Aku tidak bahagia, katanya.
Sejenak aku menyempatkan diri untuk berkaca, oh apakah iya ?
Apakah aku sudah benar - benar bahagia ?
Apakah aku sudah benar - benar meninggalkan kesedihanku ?
Sedihnya putus cinta 3 tahun lalu.
Sedihnya berpisah dengan sahabat - sahabat SMAku.
Sedihnya melihat dia dengan mudahnya jalan bersama oranglain.
Sedihnya melihat diriku terpuruk dalam kesedihan.
Hahaha.
Mungkin perkataanmu itu ada benarnya,
Ternyata selama ini aku belum benar - benar bahagia
Tapi bagaimana kalau bahagiaku adalah memilikimu?
Sanggupkah kau terima kenyataan pahit itu ?
Teruntuk orang yang menjadi alasan senang dan sedihku.
Ijinkan aku melepaskanmu dengan caraku
Aku memang butuh waktu
Untuk benar - benar bahagia
dan melupakanmu
Sejenak aku menyempatkan diri untuk berkaca, oh apakah iya ?
Apakah aku sudah benar - benar bahagia ?
Apakah aku sudah benar - benar meninggalkan kesedihanku ?
Sedihnya putus cinta 3 tahun lalu.
Sedihnya berpisah dengan sahabat - sahabat SMAku.
Sedihnya melihat dia dengan mudahnya jalan bersama oranglain.
Sedihnya melihat diriku terpuruk dalam kesedihan.
Hahaha.
Mungkin perkataanmu itu ada benarnya,
Ternyata selama ini aku belum benar - benar bahagia
Tapi bagaimana kalau bahagiaku adalah memilikimu?
Sanggupkah kau terima kenyataan pahit itu ?
Teruntuk orang yang menjadi alasan senang dan sedihku.
Ijinkan aku melepaskanmu dengan caraku
Aku memang butuh waktu
Untuk benar - benar bahagia
dan melupakanmu
Komentar
Posting Komentar