Postingan

Menampilkan postingan dengan label rindu

Bayang - bayang

            Suasana malam ini seperti suasana yang kurasakan empat tahun lalu, dimana aku duduk dibalkon cafe tempat aku berbagi cerita dengan seorang lelaki jangkung yang biasa ku panggil Bintang. Dia, seperti namanya, memancarkan aura yang menyilaukan. Hidung mancungnya, tinggi badannya yang sesuai dengan ukuran tubuhnya, proporsional istilah lainnya, dagunya juga panjang, senyumnya yang selalu memperlihatkan rangkaian giginya yang rapi membuat potretnya terlihat sempurna. Ah, sial, batinku. Aku masih belum bisa melupakan bayang-bayang lelaki itu. Aku Bella, wanita yang memang lahir dan tumbuh besar di Jakarta ini, lagi-lagi merindukan seseorang yang telah lama pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata-kata perpisahan. Entah kemana perginya lelaki yang pernah berjanji untuk mendengarkan cerita-cerita senang dan sedihku, mendengarkan cerita tentang hari-hariku mulai bangun tidur sampai menjelang tidur. Malam ini, aku sengaja mendat...

rindu "rumah"

Akhir-akhir ini aku merindukan ibu bapakku yang ada di rumah. Ya, aku adalah seorang gadis yang sedang merantau di kota sebelah. Sebenarnya hanya butuh waktu 3 jam untuk sampai ditempat ternyaman yang biasa disebut rumah itu, namun jadwal kereta  tidak memungkinkan untuk sehari saja pulang-pergi.  Seusai sholat maghrib tadi, aku menelepon bapak. Mendengar suara bapak di telepon adalah hal yang paling menyedihkan bagiku, oleh karena itu aku tidak begitu sering meneleponnya. Bapak adalah orang paling kuat dan tegar bagiku. Aku masih ingat betul, waktu itu dirumah sakit. Saat aku dianjurkan untuk dirawat, bapaklah yang mendekap kepalaku dan meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja. Aku tidak menemui air matanya terjatuh, tapi aku bisa merasakan bahwa hatinya saat itu menangis. Percakapan dalam telepon itu tidak banyak, hanya membicarakan makanan dan aku menanyakan keberadaan ibu. Namun ibuku ternyata tidak ada dirumah sehingga aku menyuruh bapak meneleponku nanti.  ...