Postingan

Menampilkan postingan dengan label perjuangan

Pelajaran Hari Ini, Cintai Profesimu

Gambar
Pantai Boom, Banyuwangi, 18 Februari 2017 Pagi-pagi tadi, tepatnya pukul setengah enam pagi aku pergi ke pantai. Sebenarnya aku sudah sering mengunjungi pantai ini, tapi kali ini aku kemari untuk bertemu teman lama ku yang sedang pulang kampung. Saat duduk-duduk ditepi pantai, aku mengamati para nelayan yang tengah sibuk bekerja mencari ikan. Mereka sangat bersemangat menarik sebuah jaring yang berada ditengah laut. Aku mengamatinya, mereka berlari dari sisi kanan ke sisi kiri pantai dengan menarik tali jaring lalu menggulungnya (entah apa istilah aslinya, aku tidak tau). Mereka kurus, ketika menarik tali tadi terlihat otot-otot dilehernya. Aku yang daritadi menjadi seorang penonton, merasa kalau itu pasti melelahkan. Tapi raut wajah mereka tidak menunjukkan hal itu. Lalu aku berpikir, tentang orang dan pekerjaannya. Ketika aku di pantai, ya benar aku melihat nelayan sedang mencari ikan, jika aku digunung ijen nanti, pastinya aku akan melihat para penambang belerang yang membawa ...

Mimpi-mimpi sepuluh tahun lalu

Aku berjalan menyusuri indahnya kota Jogja di malam hari. Lampu-lampu kota, tepatnya di Jalan Malioboro selalu memberikan sisi sejuk dipikiranku. Ah kota ini. Kota yang sejak sepuluh tahun lalu ada di daftar impianku. Aku jatuh cinta dengan Jogja semenjak aku duduk dibangku SMA, saat study tour dulu. Makan sate didekat lampu merah mau ke Malioboro. Aku jatuh cinta pada delman - delman yang memberikan suara tik tak tik tuk di jalan raya. Aku jatuh cinta pada bakpia pathok yang istimewa. Semua tentang Jogja selalu membuat hatiku jatuh cinta.  Langkahku berhenti ditaman kota. Disana aku mengingat mimpi apa saja yang pernah aku tulis sepuluh tahun lalu, ketika aku duduk di bangku SMA.Satu persatu kuingat,  Menjadi guru. Menjadi anak yang berprestasi. Membanggakan kedua orang tua. Jogja. Punya sawah dan peternakan.  Penulis.  .... Lamunan tentang mimpi sepuluh tahun lalu terhenti . Senyum malu dan haru tergambar diraut wajahku. Ah ternyata mimpi itu se...

Untuk yang sedang berhenti berjuang

Dunia mu tidak kejam sayang Siapa lagi yang ingin kau salahkan ? Tuhanmu telah mengatur komposisi kegagalan, kejayaan, kesedihan dan ujian-ujian lain dengan seimbang Kemampuanmu pun telah diperhitungkan Lalu apa yang kau khawatirkan ? Hapus air matamu sayang Tak ada keabadian dalam kenestapaan Bahagiamu pun tak mungkin selalu datang Seimbang bukan ? Mungkin hari ini hanya masalah kakimu yang enggan melakukan perjalanan Atau tanganmu yang tak kunjung kau ulurkan Godaan memang selalu datang sayang Sekuat apakah akar pohon iman yang telah kau persiapkan ? Lihatlah duniamu dengan baik sayang Banyak orang terjun kejurang namun sedikit yang bisa temukan emas berlian Namun ternyata ada yang lebih menyedihkan Banyak pemilik singgasana permata yang tak kunjung bertemu tawa Lalu apa alasanmu untuk tak berbuat apa - apa? - 19.55 -