Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

Random Talk w/ mr. B

Mencintai seseorang adalah hal yang wajar. Cara orang menunjukkan rasa cintanya juga beragam. Ada yang terang-terangan, ada yang sembunyi-sembunyi, ada juga yang habis menyatakan terus pergi. Entah kepergiannya itu karena malu atau ingin melupakan. Tapi, pernahkah kamu mencintai seseorang tapi seseorang itu sudah mencintai yang lain? atau bahkan sudah menjalin hubungan yang biasa kita sebut "pacaran"? Jika pernah berarti kita sedang berada di frekuensi yang sama. Hehe.  Malam itu, entah angin malam tujuan mana yang membawaku berbincang-bincang dengan mr. B. Percakapan kita seputar mengagumi seseorang yang telah memiliki orang lain, dihatinya. Aku pernah beranggapan, selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan untuk bersama seseorang yang saat ini menjalin hubungan dengan orang lain. Tapi anggapan itu seketika berbalik setelah mendengar perkataan mr. B malam itu. "Kataku gak ada itu kata sebelum janur kuning melengkung. Meskipun janur kunin...

Pelajaran Hari Ini, Cintai Profesimu

Gambar
Pantai Boom, Banyuwangi, 18 Februari 2017 Pagi-pagi tadi, tepatnya pukul setengah enam pagi aku pergi ke pantai. Sebenarnya aku sudah sering mengunjungi pantai ini, tapi kali ini aku kemari untuk bertemu teman lama ku yang sedang pulang kampung. Saat duduk-duduk ditepi pantai, aku mengamati para nelayan yang tengah sibuk bekerja mencari ikan. Mereka sangat bersemangat menarik sebuah jaring yang berada ditengah laut. Aku mengamatinya, mereka berlari dari sisi kanan ke sisi kiri pantai dengan menarik tali jaring lalu menggulungnya (entah apa istilah aslinya, aku tidak tau). Mereka kurus, ketika menarik tali tadi terlihat otot-otot dilehernya. Aku yang daritadi menjadi seorang penonton, merasa kalau itu pasti melelahkan. Tapi raut wajah mereka tidak menunjukkan hal itu. Lalu aku berpikir, tentang orang dan pekerjaannya. Ketika aku di pantai, ya benar aku melihat nelayan sedang mencari ikan, jika aku digunung ijen nanti, pastinya aku akan melihat para penambang belerang yang membawa ...

Cinta Abidzar

Dahulu kala, di sebuah negeri yang bernama Aslabana tinggalah sebuah pria bernama Abidzar. Dia sangat terkenal dengan kesederhanaan dan ketaatannya kepada Agamanya. Tidak heran, dia besar dilingkungan yang agamis, ayahnya adalah pemilik dan pengasuh pondok pesantren didaerahnya sedangkan ibunya adalah anak dari seorang Kyai. Suatu ketika, Abidzar disuruh ibunya pergi ke pasar untuk membeli kelapa. Sesampainya di pasar, matanya menatap sesuatu yang membuatnya tak bisa memalingkan pandangannya. Ya, apalagi? Seorang gadis, berkerudung panjang dan berpakaian sederhana sedang mengukir senyum manisnya. Siapa gerangankah dia? Abidzar mulai bertanya-tanya. Hati dan pikirannya masih terpaku pada wanita itu. Namun ia tersadar, berlama-lama memandang seseorang yang belum halal bukanlah sebuah kebaikan. Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya di pasar. Suatu ketika, Abidzar memberanikan diri menyatakan maksud hatinya kepada Ayahnya. "Ayah, sebenarnya ada yang Abi ingin bicarakan kepada Ayah...

Fatamorganakah Dia?

Pernah aku bercerita kepada sahabat tentang laki-laki yang ku suka. Dia tampan, soleh, pintar, insyaAllah ngerti tentang Agama, bacaan Qurannya bagus, jika disuruh memberi nilai 1-10 aku memberi dia nilai 8,8. Entah sejak kapan rasa ini hadir, tapi entah mengapa ketika aku dekat dengannya aku tak bisa menatapnya lama-lama. Hatiku malu, tapi mau. Ibaratnya aku adalah murid dan dia seorang guru. Dia lebih tinggi daripada aku, jadi untuk menyamakan posisi itu aku butuh usaha yang menggebu kan? Dalam usahaku untuk menyetarakan aku dan dirinya kadang membuatku berputus asa. Sampai terkadang aku berpikir, fatamorganakah dia? Tapi, jodoh bukan perkara "mengapa" dan "bagaimana" kan? Jadi ku alirkan sesuatu yang bisa dibilang cinta. Ku alirkan dia bersama doa-doa dan pengharapan kepada pemiliknya yaitu Sang Pemberi Cinta. Bukankah jika sesuatu ditakdirkan untukmu, tidak akan menjadi milik orang lain bagaimanapun juga ? Selamat malam, kepada para pecinta yang tak mengh...

Mimpi pengagummu

Sampai kapan kamu terus bermain disini? dipikiranku ini Aku yang sebenarnya tau ini hanya sebatas imajinasi Ilusi sang pemimpi Yang memimpikan aku, kamu menjadi kita Tapi, Sudah terlanjur jauh kurajut mimpi - mimpi Berpadu kasih dengan seorang pengabdi Yang raganya merantau jauh tak tersentuh Hingga tak ada kemungkinan tuk bertemu Kamu hanyalah sebatas tokoh utama dalam mimpi - mimpiku Yang kuambil dari realitas indahnya bangku putih abu-abu Dan aku sebatas pengagummu Yang ruang geraknya hanya sebatas pandanganku Andai bisa bertegur, khayalku

[Lovagain]

Aku masih ingat suara handphone yang berdering disetiap penghujung hari, dulu. "Selamat tidur," katanya.  Tapi tidak ada kata itu lagi untuk beberapa malam terakhir ini.  Akupun masih ingat, caramu berbicara diatas sepeda sembari mengantarku berangkat sekolah.  Senyummu yang lugu dengan raut wajahmu yang sesekali tersipu malu itu buatku susah lupa.  Haha, waktu berlalu begitu cepat. Namun rinduku kadang masih sering datang. Bagaimana ? Saat itu kamu bilang rindu, tapi tak ada hasrat ingin bertemu. Ah kamu memang ngga selalu ada disaat rinduku dan rindumu menggebu tapi kepergianmu pun bukan sesuatu yang kuharapkan saat itu.  Kita ini memang sama. Sama - sama besar egonya. Memilih menyudahi daripada memperbaiki walaupun itu bukan solusi. Namanya juga SMA, masih umur berapa udah mainan cinta.   Based on my mind, cinta itu saling melengkapi dan nggak mudah mengakhiri. Accept each others and sharing together. :))) Have a nic...