Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivasi

Dewasa dan segala ceritanya

Manusia dan segala fase-fase hidupnya. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa lalu lansia. Tuhan yang memberi kita waktu untuk bisa merasakan fase itu dan kita, hanya bisa melukis dan menjelajahi fase itu dengan baik. Walaupun angka terkadang tidak mencerminkan kedewasaan seseorang, tapi sejak berumur 22 tahun, aku benar-benar merasakan fase "menjadi dewasa" yang juga merupakan pilihan. Tantangan yang lebih berat, pilihan yang harus dipilih walaupun sama-sama berat, tanggung jawab akan sesuatu, bertahan "sendirian" di perantauan, jauh dengan keluarga sungguh berat sejujurnya. Di fase ini juga aku mengerti, tidak ada gunanya membuang-buang waktu untuk hubungan haha-hihi yang gak jelas. Patahmu, jatuhmu,sedihmu, kecewamu hanya kamu sendiri yang bisa menyembuhkan. Menjadi visioner di fase ini rasanya bagus juga untuk menata hidup kita sendiri. Selamat menikmati fasemu, yang gak bisa kamu ubah tinta hitamnya. Jadi jangan sampai kebanyakan salah ya, biar tidak ...

Pelajaran Hari Ini, Cintai Profesimu

Gambar
Pantai Boom, Banyuwangi, 18 Februari 2017 Pagi-pagi tadi, tepatnya pukul setengah enam pagi aku pergi ke pantai. Sebenarnya aku sudah sering mengunjungi pantai ini, tapi kali ini aku kemari untuk bertemu teman lama ku yang sedang pulang kampung. Saat duduk-duduk ditepi pantai, aku mengamati para nelayan yang tengah sibuk bekerja mencari ikan. Mereka sangat bersemangat menarik sebuah jaring yang berada ditengah laut. Aku mengamatinya, mereka berlari dari sisi kanan ke sisi kiri pantai dengan menarik tali jaring lalu menggulungnya (entah apa istilah aslinya, aku tidak tau). Mereka kurus, ketika menarik tali tadi terlihat otot-otot dilehernya. Aku yang daritadi menjadi seorang penonton, merasa kalau itu pasti melelahkan. Tapi raut wajah mereka tidak menunjukkan hal itu. Lalu aku berpikir, tentang orang dan pekerjaannya. Ketika aku di pantai, ya benar aku melihat nelayan sedang mencari ikan, jika aku digunung ijen nanti, pastinya aku akan melihat para penambang belerang yang membawa ...

Cerita lain tentang "sedekah"

Malam itu, tepatnya malam dimana aku merasa sangat gembira karena bisa berbelanja ini itu dan menikmati keramaian kota bersama sahabat semasa SMP ku. Kami memang sengaja bertemu, karena sudah lama tidak bertemu. Seperti biasa wanita, kemana lagi tujuannya keluar kalau tidak belanja? Kami pun pergi ke salah satu mall di kotaku. Makan minum sesuka kita, berbelanja pernak-pernik yang sebetulnya sudah ada tapi dengan pemikiran "sekali-sekali boleh lah ya" semuanya terasa normal saja. Sepulang darisana, sekitar pukul 20.30 kami masih memutuskan untuk ke toko buku. "Enak ya kalau banyak uang", ucap sahabatku disela keramaian jalan raya. Sontak aku meng-iya-kan. Kalau punya uang banyak kan memang enak, mau beli ini itu ga usah mikirin mau makan apa besok, ga khawatir uangnya habis kalau cuma buat belanja sekali-sekali. Tidak lama setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan di toko buku, kami pun segera keluar karena toko tersebut sudah mau tutup. Waktu menunjukkan pukul 21.00...

Mengeluh dan Menyerah

Pada suatu hari, di suatu tempat yang bernama  "dunia" hiduplah dua orang bernama "mengeluh" dan "menyerah". Mengeluh memiliki usia lebih muda daripada menyerah, selain itu mengeluh memiliki badan yang sehat dan otak yang masih berfungsi dengan baik hanya saja batinnya mudah dikalahkan oleh nafsu. Sedangkan menyerah memiliki badan yang sehat, namun otaknya tidak bisa berpikir jernih dan batinnya sama-sama mudah dikalahkan oleh nafsu.  Jika mengeluh bertemu dengan menyerah , mereka akan sama-sama dalam mala petaka. Oleh karena itu seorang wanita mencoba untuk memisahkan mereka. Wanita itu mengurung menyerah disuatu tempat yang tidak bisa dijamah oleh mengeluh begitupun menyerah tidak bisa kabur darisana. Wanita itu pergi bersama mengeluh kesuatu tempat namun masih diwilayah "dunia". Walaupun wanita itu menyelamatkan mengeluh dari jahatnya menyerah, sebenarnya wanita itu sangat membenci mengeluh hanya saja dia tidak bisa untuk teru...

on point : tentang sakit

“Kamu kok sakit-sakitan sih sekarang in?” U doesnt know how that sentence is so meaningful for me. Mungkin itu kenapa lebih baik diam daripada banyak bicara (bicara pembicaraan yg tidak penting dibicarakan) Tapi okelah aku bakalan nulis tentang ini.. Dulu semasa kecil, aku termasuk anak yang jarang sakit tapi sekalinya sakit lama sembuhnya. Aku belum pernah terkena cacar air sampai saat ini usiaku 20 tahun, tapi saat aku duduk dibangku SMA aku mulai merasakan kekebalan tubuhku menurun. Aku sering flu. Saat cuaca panas dan aku terkena terik matahari aku bisa langsung merasa dingin dan bersin-bersin hingga pusing kadang juga saat cuaca dingin aku bersin-bersin dan keluar ingus sampai-sampai hidungku terasa sakit. Aneh bukan ? yaa, aku mulai terbiasa dengan hal itu dan aku berusaha menyesuaikan suhu tubuhku ketika hal tersebut datang, mungkin aku memiliki alergi atau apa.  Sakitku engga berhenti disana, ada sakit-sakit lain yang kadang-kadang/tiba-tiba datang. A...

Bedah Binder Masa SMA

Aku memiliki beberapa binder, satu diantaranya aku khususkan untuk agama. Akhir-akhir ini aku tiba-tiba rindu dengan binder itu. Binder ini kubawa ke Jember - Banyuwangi. Jika sedang libur semester aku membawanya pulang, jika sudah tiba masa kuliah aku membawanya kembali.  Tertulis judul di lembaran binder Buku "KEAJAIBAN PUASA SUNAH". Entah karangan siapa aku lupa. Terdapat kutipan "Wahai anak muda yang bertobat, apakah kalian akan kembali menyusu pada puting hawa nafsu setelah kalian menyapih diri, sungguh menyusu itu baik untuk anak kecil, tetapi tidak untuk manusia dewasa. Tetapi kalian harus bersabar dengan pahitnya sapihan, jika kalian bersabar maka lezatnya hawa nafsu akan berganti dengan manisnya iman didalam hati."    Setan memang penggoda yang handal. Ia bisa kapan saja berbisik pada hati manusia kapan saja dan dari arah mana saja. Apalagi aku yang masih miskin ilmu, yang mudah sekali tergoda oleh hawa nafsu,  Lahaula wala quwwata illa billah se...

Beda

Hampir lupa. Hampir lupa kalau semua orang itu punya pendapat yang berbeda-beda. Duh maaf. Gimana jelasinnya ya. Tapi aku akan coba menjelaskan sepemahamanku tentang hal ini. Ketika aku menyukai sesuatu hal, aku tidak boleh atau tidak seharusnya menyuruh kamu untuk menyukai hal yang sama denganku, begitupun sebaliknya kamu tidak boleh memaksaku untuk menyukai apa yang kamu sukai.Sedekat apapun aku dan kamu, kita pastinya memiliki selera dan opini yang berbeda-beda. Terkecuali, memang ada beberapa orang yang ditakdirkan untuk memiliki selera yang sama dalam beberapa hal misal kegemaran, genre buku, idola, dan lain-lain. suatu keberuntungan apabila orang-orang disekitarku adalah mereka yang memiliki selera yang sama denganku, namun tidak begitu buruk pula jika disekelilingku adalah mereka yang tidak sepaham denganku. Sekali lagi, aku dengan pilihanku dan kamu dengan pilihanmu. Tak mengapa berbeda dalam selera, tapi jangan terpecah hanya karena beda.

Mimpi-mimpi sepuluh tahun lalu

Aku berjalan menyusuri indahnya kota Jogja di malam hari. Lampu-lampu kota, tepatnya di Jalan Malioboro selalu memberikan sisi sejuk dipikiranku. Ah kota ini. Kota yang sejak sepuluh tahun lalu ada di daftar impianku. Aku jatuh cinta dengan Jogja semenjak aku duduk dibangku SMA, saat study tour dulu. Makan sate didekat lampu merah mau ke Malioboro. Aku jatuh cinta pada delman - delman yang memberikan suara tik tak tik tuk di jalan raya. Aku jatuh cinta pada bakpia pathok yang istimewa. Semua tentang Jogja selalu membuat hatiku jatuh cinta.  Langkahku berhenti ditaman kota. Disana aku mengingat mimpi apa saja yang pernah aku tulis sepuluh tahun lalu, ketika aku duduk di bangku SMA.Satu persatu kuingat,  Menjadi guru. Menjadi anak yang berprestasi. Membanggakan kedua orang tua. Jogja. Punya sawah dan peternakan.  Penulis.  .... Lamunan tentang mimpi sepuluh tahun lalu terhenti . Senyum malu dan haru tergambar diraut wajahku. Ah ternyata mimpi itu se...

Untuk yang sedang berhenti berjuang

Dunia mu tidak kejam sayang Siapa lagi yang ingin kau salahkan ? Tuhanmu telah mengatur komposisi kegagalan, kejayaan, kesedihan dan ujian-ujian lain dengan seimbang Kemampuanmu pun telah diperhitungkan Lalu apa yang kau khawatirkan ? Hapus air matamu sayang Tak ada keabadian dalam kenestapaan Bahagiamu pun tak mungkin selalu datang Seimbang bukan ? Mungkin hari ini hanya masalah kakimu yang enggan melakukan perjalanan Atau tanganmu yang tak kunjung kau ulurkan Godaan memang selalu datang sayang Sekuat apakah akar pohon iman yang telah kau persiapkan ? Lihatlah duniamu dengan baik sayang Banyak orang terjun kejurang namun sedikit yang bisa temukan emas berlian Namun ternyata ada yang lebih menyedihkan Banyak pemilik singgasana permata yang tak kunjung bertemu tawa Lalu apa alasanmu untuk tak berbuat apa - apa? - 19.55 -

Tentang aku, buku, dan kekalahanku

Assalamuallaikum dan selamat malam. Malam ini saya ingin mengisi waktu luang yang sebenarnya nggak luang. Hehe. Sebenarnya saya harus belajar untuk UTS disisi lain ini saya harus tidur karena ini bukan jam tidur kebiasaan saya. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya dalam memilih buku dan asal mula saya gemar membeli buku.  Buku, bagi sebagian orang benda ini sangat membosankan menurut mereka. Entah itu karena bentuknya yang tebal, terlalu banyak kata - kata, membosankan, dan masih banyak opini-opini lain. Yhaaa, it is your right to judge something. Saya pernah mengalami masa - masa itu dulu. Saat pelajaran yang tidak saya suka, benar saya membeli buku tapi jarang sekali saya baca jadi sia - sia kan? Membuang - buang uang dan akhirnya menyesal. Bukan karena uangnya, tapi karena saya kehilangan kesempatan untuk memiliki pengetahuan dari buku tersebut. Saya masih ingat sekali, ketika saya duduk dibangku SD saya sangat menyukai IPS sehingga saya banyak membaca buk...

Puisi Apa?

Citraku hitam arang Ragaku karam, terkapar Asaku Asaku kemana ? Masih jelas ada Tertimbun baja yang bergelora didada Aku tak akan menyerah Walau badai tak kunjung reda Apakah ada tanda? Yang bisa bawaku sampai pada tujuan utama Hanya ilusi, nyatanya Kakiku harus tetap melangkah Walau keringat berubah darah Kan ku terjang aral melintang Tuk raih berlian yang kan kubawa pulang Kuhadiahkan tuk seorang wanita Yang pernah mengorbankan hidup dan matinya Bwi, 28 Maret 2017 8.28 (Sebelum balik perantauan)

Buah dari nasehat ibu

"Nggak ada orang yang nggak bisa, adanya orang yang gak mau berusaha." - Ibu. Pesan ibu itu selalu terngiang dibenakku setiap aku hampir menyerah dalam mengerjakan sesuatu. Dulu, ketika ibu menyuruhku mencuci seragam, seprei, menyetrika dan melakukan hal rumit lain, aku selalu bilang "gak bisa bu." Tapi ibu nggak pernah membiarkanku bodoh dalam hal yang memang seharusnya bisa dilakukan wanita pada umumnya.  "Nyetrika itu gak disuruh mikir kok, gak pakek rumus. Masak gitu aja gak bisa," kata ibu.  Alhasil apa? Akupun mulai menyetrika, walaupun hasilnya nggak pernah sehalus setrikaan ibu. =))))) Ibu selalu membandingkan pekerjaan rumah dengan rumus - rumus yang membuatku bingung disekolah. Entah jika aku menyapu kurang bersih, nyuci masih kotor, ibu selalu bilang bahwa semua itu gak butuh mikir, gak ada rumusnya.  Kalau dalam bidang akademik, ibu jarang sekali menasehatiku. Mungkin ibu sudah percaya bahwa aku bisa menjalankan kewajibanku. Alha...

Good or Bad Question?

i write this bcs i wanna remind my self not to over "kepo" with something that makes you have a bad question.  Saya sering memperhatikan pertanyaan - pertanyaan yang diajukan oleh sebagian orang. Terkadang pertanyaan itu sulit sampai - sampai si pembicara gak bisa menjawab, terkadang ada pertanyaan yang membuat orang memainkan nalarnya sedikit dan kadang ada pertanyaan yang emang enggak perlu dijawab.  kenapa nggak perlu dijawab ? Bisa nggak sih kita coba berpikir sedikit dulu sebelum mengajukan pertanyaan? Mungkin dulu pernah ada yang ngajarin tapi kamu lupa - lupa ingat, mungkin kamu pernah denger tapi kamu sekarang lupa, mungkin kamu emang gak pernah denger atau gak p ernah belajar tentang itu tapi logikamu jalan sehingga kamu bisa tau jawabannya.   When i was in Junior High School, i liked to ask my teacher. Actually about science so that my teacher knew me. (Wha :( it makes me miss them! Mr. Supaat (Physic), Mrs. Punjung (Biology), Mr. Tijoso and ...

Soleha2k15

Gambar
Apa itu Soleha2k15 ? Soleha2k15 adalah nama grup Whatsap antara aku dan dua orang sahabatku. Sahabatku ini bukanlah orang yang tersorot kecantikan rupanya hingga banyak laki - laki yang tergila - gila pada mereka, bukan orang yang memiliki badan ramping nan tinggi hingga orang yang berada didekatnya menjadi terpana, bukan sekali lagi bukan. Sahabatku ini adalah dua orang yang hebat hingga membuat orang lain tertegun karena prestasinya, briliant otaknya, baik akhlaknya dan yang istimewa adalah mereka insyaAllah adalah wanita soleha. Mungkin aku sendirilah yang paling berbeda diantara mereka. Sahabatku yang pertema sekarang sedang bersekolah di Kedokteran Gigi salah satu Universitas Ternama di Surabaya dan yang kedua sedang bersekolah di Pendidikan Dokter di Jember. Dan aku adalah mahasiswa PGSD, seorang calon guru. Guru diantara dua dokter. Why not ? Mungkin kelak akan ada muridku yang bisa menjadi dokter seperti sahabat-sahabatku.  Soleha2k15 Foto diatas adalah fotoku ...

Dimana Bahagia ?

Assalamuallaikum wr.wb Selamat pagi teman - teman, tulisan kali ini terinspirasi pagi tadi ketika aku menyusuri jalan-jalan perkampungan dikotaku. Akhir-akhir ini aku lebih senang berjalan kepasar pagi-pagi buta dan sesekali melewati jalan yang berbeda-beda setiap harinya. Ketika aku melewati rumah yang mewah, tersirat rasa "Wah, rumahnya bagus sekali." lalu beberapa tapak kemudian aku melewati rumah yang gubuknya sudah rusak dan bahkan tidak ada kamar mandi dan mengharuskan mereka berjalan kesungai setiap harinya. Lalu dijalan yang berbeda aku melewati rumah, yang dindingnya dari bambu, alasnya tanah namun tertata rapi, terdapat kamar mandi didalam rumah sehingga tidak harus kesungai untuk sekedar buang air kecil. Tersirat lagi dalam hati "Aku juga ingin memiliki rumah seperti ini."  Pertanyaan selanjutnya dalam pikiranku, apakah aku bahagia? apakah aku akan bahagia jika aku pemilik rumah bermodel modern yang alasnya marmer dengan pagar besi yang mengeli...

Flashback...

"Wah harus opname ini" sentak dokter penyakit dalam setelah membaca hasil lab waktu itu. "Kalau rawat jalan bagaimana dok?" sahutku karena saat itu aku masih berat meninggalkan kuliahku. "Ya bisa, tapi ini sudah parah. Kalau saya menyarankan opname." Pikiranku kabur kemana - mana. Ini kali pertama aku sakit yang bisa dibilang menakutkan karena aku benar - benar tidak menyangka bahwa sakitku separah itu.  Dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku memilih untuk opname. Ini kali pertama aku menginap dirumah sakit, tidak pernah aku bayangkan dan harapkan tidur disini tapi Allah memberiku kesempatan untuk merasakan "Bagaimana Rasanya." Pikiranku masih kalut, tangisanku tak kunjung berhenti. Dan, mengapa menangis?  Sesampainya dikamar tempatku dirawat, aku tetap menangis diranjang. Sebelum infus dipasang, ada wanita sepuh yang sedang merawat suaminya yang saat itu sedang sakit menghampiriku. Mungkin karena tangisanku, karena disana s...

Untukmu Pemuda

"Suatu hari nanti, aku yang akan menjadi tokoh pembangun negeri ini" kata gadis berkerudung yang senantiasa tersenyum itu.  Ya, dia adalah gadis yang senantiasa tersenyum. Entah senyumnya itu melambangkan kepedihan mendalam atau ketulusan hati yang terpancarkan aku tak peduli dengan sebab ia tersenyum. Yang pasti, senyumnya menawan dengan gigi seperti biji mentimun yang berjajar rapi.  "Ambisius." Sahut seseorang diujung belakang dekat jendela kelas yang selalu menilai sebuah usaha maksimal sebagai keambisiusan berlebihan.   Kagumku, gadis itu tak pernah goyah dengan mimpinya. Ia terus bercerita, dan aku sebagai pendengar yang selalu larut dalam bait - bait ceritanya. "Di pelosok negeri sana, masih ada saudara yang tak tau bagaimana wujud foya - foya. Di pelosok negeri sana, masih ada saudara yang tak mengerti huruf dan angka. Di pelosok negeri sana, masih ada saudara yang ingin belajar, namun tak ada yang mau mengajar. Dan mungkin suatu hari n...

ME. rwrwrw. #1

hi, today i just wanna share my heart breaking story, eh ga deng. This is just basa - basi post alias #curhat. sometimes i wondering my self, do i an egoist ? do i have a low social interaction ? do i an individualistic? If i am a perfectionist, it's right. If i am a moody person, it's conditional i think. But i feel different when i am in a college, or is this the other side of me ?  Girls. it's your authority to understimate me. it's okay if you think i am an ambitious person, a lots of asking student, an egoist person, kind person, etc. its okay.   u give me a time to thinking about my self then i judge my self first before i judge you.  But it hurt , when you just utilize my self :'(  sometimes i just didn't know who is the liar so i prefer apologize, even if i didn't know what is my mistake. My best friend, Fitri always ask me not to apologize to someone if I did not do anything false. But i cann't. Silent with lots o...

Komitmen.

Jika dulu begitu mudahnya menafsirkan "ini cinta." Kepada seseorang yang bukan siapa - siapa  Jadi ijinkan aku sekarang memendam tafsiran - tafsiran itu tanpa makna Karena aku hanya ingin menjaganya Sebuah kemurnian yang diberi oleh Nya Bismillahirrahmanirrahim ku putuskan semua Sebuah komitmen indah yang harus kujaga Tidak ada hubungan cinta seperti sedia kala Cukup penjagaan dalam doa - doa Memang kadang dunia berikan seribu cahaya Agar aku melihat keindahan - keindahan yang tak seharusnya . . . :)

Planning Mean Planting

Yesterday, when i was back to my house dormitory my friend ask me about something that not too important, i think.  "In, your blood type is A, isn't?" asked her "No, my blood type is O." Then she told me that she had make a bet with her school friend. Their bet was so freak. They tried to guess my blood type. She said that her friend guess me an A type because of my life full of planning. Hmmm i think it is not depend on "what blood type are you" but "what personality do you have".  YHAAAAA. For me, planning mean planting. When i have lots of planning, although it is passed or not it still be a plan. When i have a plan it means i have an aim. When i have an aim it mean i have to reach it. But, it just my personality. Maybe we are different and i think "yes". But something you have to know,  difference is beautiful . Maybe i am yellow, you are blue, they are pink and the others red or green. Its look like...