Postingan

Menampilkan postingan dengan label semangat

Hadiah Terindah di Awal Tahun 2019

Gambar
Aku adalah salah satu dari sekian banyak gadis yang memiliki ambisi yang tinggi. Apa yang aku impikan, akan aku usahakan. Tapi terkadang, ambisi itu menjadi sebuah ketakutan. Takut gagal, takut kecewa dan takut tidak bisa bangkit dari kegagalan. Cita-citaku dulu adalah bisa lulus diakhir tahun 2018, tepatnya bulan Desember. Ya, aku ingin sekali lulus 3,5 tahun. Aku menuliskan mimpi itu di dinding kamar kosku, tepatnya persis disamping tempat tidurku. Waktu itu, bulan Desember sudah datang, tapi aku belum menyelesaikan skripsiku dengan baik, masih revisi dan bahkan aku mengumpulkannya Desember akhir. Aku sudah mengganti Plan A menjadi Plan B. Aku harus lulus sebelum tanggal 31 Januari 2019. Minggu kedua bulan Januari, aku ACC ujian dan pada minggu keempat aku memberanikan diri untuk maju sidang. 23 Januari 2019, aku lulus ujian skripsi. Tidak hanya itu, aku kira yang datang di hari sidangku hanyalah karib kuliahku, tapi ternyata karib SMAku ikut hadir. Kebahagiaan pada hari itu, tidak ...

Cerita lain tentang "sedekah"

Malam itu, tepatnya malam dimana aku merasa sangat gembira karena bisa berbelanja ini itu dan menikmati keramaian kota bersama sahabat semasa SMP ku. Kami memang sengaja bertemu, karena sudah lama tidak bertemu. Seperti biasa wanita, kemana lagi tujuannya keluar kalau tidak belanja? Kami pun pergi ke salah satu mall di kotaku. Makan minum sesuka kita, berbelanja pernak-pernik yang sebetulnya sudah ada tapi dengan pemikiran "sekali-sekali boleh lah ya" semuanya terasa normal saja. Sepulang darisana, sekitar pukul 20.30 kami masih memutuskan untuk ke toko buku. "Enak ya kalau banyak uang", ucap sahabatku disela keramaian jalan raya. Sontak aku meng-iya-kan. Kalau punya uang banyak kan memang enak, mau beli ini itu ga usah mikirin mau makan apa besok, ga khawatir uangnya habis kalau cuma buat belanja sekali-sekali. Tidak lama setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan di toko buku, kami pun segera keluar karena toko tersebut sudah mau tutup. Waktu menunjukkan pukul 21.00...

Untuk yang sedang berhenti berjuang

Dunia mu tidak kejam sayang Siapa lagi yang ingin kau salahkan ? Tuhanmu telah mengatur komposisi kegagalan, kejayaan, kesedihan dan ujian-ujian lain dengan seimbang Kemampuanmu pun telah diperhitungkan Lalu apa yang kau khawatirkan ? Hapus air matamu sayang Tak ada keabadian dalam kenestapaan Bahagiamu pun tak mungkin selalu datang Seimbang bukan ? Mungkin hari ini hanya masalah kakimu yang enggan melakukan perjalanan Atau tanganmu yang tak kunjung kau ulurkan Godaan memang selalu datang sayang Sekuat apakah akar pohon iman yang telah kau persiapkan ? Lihatlah duniamu dengan baik sayang Banyak orang terjun kejurang namun sedikit yang bisa temukan emas berlian Namun ternyata ada yang lebih menyedihkan Banyak pemilik singgasana permata yang tak kunjung bertemu tawa Lalu apa alasanmu untuk tak berbuat apa - apa? - 19.55 -

Puisi Apa?

Citraku hitam arang Ragaku karam, terkapar Asaku Asaku kemana ? Masih jelas ada Tertimbun baja yang bergelora didada Aku tak akan menyerah Walau badai tak kunjung reda Apakah ada tanda? Yang bisa bawaku sampai pada tujuan utama Hanya ilusi, nyatanya Kakiku harus tetap melangkah Walau keringat berubah darah Kan ku terjang aral melintang Tuk raih berlian yang kan kubawa pulang Kuhadiahkan tuk seorang wanita Yang pernah mengorbankan hidup dan matinya Bwi, 28 Maret 2017 8.28 (Sebelum balik perantauan)

Good or Bad Question?

i write this bcs i wanna remind my self not to over "kepo" with something that makes you have a bad question.  Saya sering memperhatikan pertanyaan - pertanyaan yang diajukan oleh sebagian orang. Terkadang pertanyaan itu sulit sampai - sampai si pembicara gak bisa menjawab, terkadang ada pertanyaan yang membuat orang memainkan nalarnya sedikit dan kadang ada pertanyaan yang emang enggak perlu dijawab.  kenapa nggak perlu dijawab ? Bisa nggak sih kita coba berpikir sedikit dulu sebelum mengajukan pertanyaan? Mungkin dulu pernah ada yang ngajarin tapi kamu lupa - lupa ingat, mungkin kamu pernah denger tapi kamu sekarang lupa, mungkin kamu emang gak pernah denger atau gak p ernah belajar tentang itu tapi logikamu jalan sehingga kamu bisa tau jawabannya.   When i was in Junior High School, i liked to ask my teacher. Actually about science so that my teacher knew me. (Wha :( it makes me miss them! Mr. Supaat (Physic), Mrs. Punjung (Biology), Mr. Tijoso and ...

Soleha2k15

Gambar
Apa itu Soleha2k15 ? Soleha2k15 adalah nama grup Whatsap antara aku dan dua orang sahabatku. Sahabatku ini bukanlah orang yang tersorot kecantikan rupanya hingga banyak laki - laki yang tergila - gila pada mereka, bukan orang yang memiliki badan ramping nan tinggi hingga orang yang berada didekatnya menjadi terpana, bukan sekali lagi bukan. Sahabatku ini adalah dua orang yang hebat hingga membuat orang lain tertegun karena prestasinya, briliant otaknya, baik akhlaknya dan yang istimewa adalah mereka insyaAllah adalah wanita soleha. Mungkin aku sendirilah yang paling berbeda diantara mereka. Sahabatku yang pertema sekarang sedang bersekolah di Kedokteran Gigi salah satu Universitas Ternama di Surabaya dan yang kedua sedang bersekolah di Pendidikan Dokter di Jember. Dan aku adalah mahasiswa PGSD, seorang calon guru. Guru diantara dua dokter. Why not ? Mungkin kelak akan ada muridku yang bisa menjadi dokter seperti sahabat-sahabatku.  Soleha2k15 Foto diatas adalah fotoku ...

Dimana Bahagia ?

Assalamuallaikum wr.wb Selamat pagi teman - teman, tulisan kali ini terinspirasi pagi tadi ketika aku menyusuri jalan-jalan perkampungan dikotaku. Akhir-akhir ini aku lebih senang berjalan kepasar pagi-pagi buta dan sesekali melewati jalan yang berbeda-beda setiap harinya. Ketika aku melewati rumah yang mewah, tersirat rasa "Wah, rumahnya bagus sekali." lalu beberapa tapak kemudian aku melewati rumah yang gubuknya sudah rusak dan bahkan tidak ada kamar mandi dan mengharuskan mereka berjalan kesungai setiap harinya. Lalu dijalan yang berbeda aku melewati rumah, yang dindingnya dari bambu, alasnya tanah namun tertata rapi, terdapat kamar mandi didalam rumah sehingga tidak harus kesungai untuk sekedar buang air kecil. Tersirat lagi dalam hati "Aku juga ingin memiliki rumah seperti ini."  Pertanyaan selanjutnya dalam pikiranku, apakah aku bahagia? apakah aku akan bahagia jika aku pemilik rumah bermodel modern yang alasnya marmer dengan pagar besi yang mengeli...

Flashback...

"Wah harus opname ini" sentak dokter penyakit dalam setelah membaca hasil lab waktu itu. "Kalau rawat jalan bagaimana dok?" sahutku karena saat itu aku masih berat meninggalkan kuliahku. "Ya bisa, tapi ini sudah parah. Kalau saya menyarankan opname." Pikiranku kabur kemana - mana. Ini kali pertama aku sakit yang bisa dibilang menakutkan karena aku benar - benar tidak menyangka bahwa sakitku separah itu.  Dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku memilih untuk opname. Ini kali pertama aku menginap dirumah sakit, tidak pernah aku bayangkan dan harapkan tidur disini tapi Allah memberiku kesempatan untuk merasakan "Bagaimana Rasanya." Pikiranku masih kalut, tangisanku tak kunjung berhenti. Dan, mengapa menangis?  Sesampainya dikamar tempatku dirawat, aku tetap menangis diranjang. Sebelum infus dipasang, ada wanita sepuh yang sedang merawat suaminya yang saat itu sedang sakit menghampiriku. Mungkin karena tangisanku, karena disana s...

Untukmu Pemuda

"Suatu hari nanti, aku yang akan menjadi tokoh pembangun negeri ini" kata gadis berkerudung yang senantiasa tersenyum itu.  Ya, dia adalah gadis yang senantiasa tersenyum. Entah senyumnya itu melambangkan kepedihan mendalam atau ketulusan hati yang terpancarkan aku tak peduli dengan sebab ia tersenyum. Yang pasti, senyumnya menawan dengan gigi seperti biji mentimun yang berjajar rapi.  "Ambisius." Sahut seseorang diujung belakang dekat jendela kelas yang selalu menilai sebuah usaha maksimal sebagai keambisiusan berlebihan.   Kagumku, gadis itu tak pernah goyah dengan mimpinya. Ia terus bercerita, dan aku sebagai pendengar yang selalu larut dalam bait - bait ceritanya. "Di pelosok negeri sana, masih ada saudara yang tak tau bagaimana wujud foya - foya. Di pelosok negeri sana, masih ada saudara yang tak mengerti huruf dan angka. Di pelosok negeri sana, masih ada saudara yang ingin belajar, namun tak ada yang mau mengajar. Dan mungkin suatu hari n...

ME. rwrwrw. #1

hi, today i just wanna share my heart breaking story, eh ga deng. This is just basa - basi post alias #curhat. sometimes i wondering my self, do i an egoist ? do i have a low social interaction ? do i an individualistic? If i am a perfectionist, it's right. If i am a moody person, it's conditional i think. But i feel different when i am in a college, or is this the other side of me ?  Girls. it's your authority to understimate me. it's okay if you think i am an ambitious person, a lots of asking student, an egoist person, kind person, etc. its okay.   u give me a time to thinking about my self then i judge my self first before i judge you.  But it hurt , when you just utilize my self :'(  sometimes i just didn't know who is the liar so i prefer apologize, even if i didn't know what is my mistake. My best friend, Fitri always ask me not to apologize to someone if I did not do anything false. But i cann't. Silent with lots o...

Komitmen.

Jika dulu begitu mudahnya menafsirkan "ini cinta." Kepada seseorang yang bukan siapa - siapa  Jadi ijinkan aku sekarang memendam tafsiran - tafsiran itu tanpa makna Karena aku hanya ingin menjaganya Sebuah kemurnian yang diberi oleh Nya Bismillahirrahmanirrahim ku putuskan semua Sebuah komitmen indah yang harus kujaga Tidak ada hubungan cinta seperti sedia kala Cukup penjagaan dalam doa - doa Memang kadang dunia berikan seribu cahaya Agar aku melihat keindahan - keindahan yang tak seharusnya . . . :)

Planning Mean Planting

Yesterday, when i was back to my house dormitory my friend ask me about something that not too important, i think.  "In, your blood type is A, isn't?" asked her "No, my blood type is O." Then she told me that she had make a bet with her school friend. Their bet was so freak. They tried to guess my blood type. She said that her friend guess me an A type because of my life full of planning. Hmmm i think it is not depend on "what blood type are you" but "what personality do you have".  YHAAAAA. For me, planning mean planting. When i have lots of planning, although it is passed or not it still be a plan. When i have a plan it means i have an aim. When i have an aim it mean i have to reach it. But, it just my personality. Maybe we are different and i think "yes". But something you have to know,  difference is beautiful . Maybe i am yellow, you are blue, they are pink and the others red or green. Its look like...

yang bertahan, yang menang.

Jadi, banyak banget pelajaran hidup yang bisa aku ambil hari ini dan entah kenapa dari tadi kebayang terus pelajaran biologi SMA tentang makhluk hidup yang nggak bisa bertahan hidup gara - gara tidak bisa beradaptasi. Fyi, aku udah mahasiswa semester 3.  Jadi aku mau bercerita sedikit. Menurut hasil tes kepribadian saat SMA sampai kuliah aku adalah seorang ekstrovert, tapi terkadang aku berfikir aku ini seorang ambievert. Dimana aku mempunyai 2 kepribadian, 50% ekstrovert dan 50% introvert. Aku memang menyukai kebersamaan, tapi disisi lain aku sangat menyukai kesendirian. Terkadang aku membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan masalah, tapi disisi lain aku lebih nyaman untuk melakukannya sendiri. Apa kalian juga sepertiku? Awal - awal aku sering rewel tentang teman.  "Aku belum ketemu yang sepemikiran." "Aku nggak nemu yang kayak kalian." *then i know, u re unrepleaceable! :D "Kok gini sih mereka."  dan lain -lain . "Tapi bayangi...

Jatah Gagalku, Setahun Lalu

"Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda." Kalimat dari Pak Dahlan Iskan itu membuatku teringat kejadian satu tahun yang lalu. Tepatnya saat aku mengalami kegagalan dalam SNMPTN dan mengharuskanku mengikuti jalur tes, yaitu SBMPTN. Waktu sebulan setelah pengumuman ku gunakan untuk mempelajari berbagai macam pelajaran saintek. Karena aku ingin menjadi guru dibidang IPA. Aku tidak mengubah jurusan yang aku pilih saat SNMPTN, aku hanya mengubah universitasnya. Saat tes, aku menyadari kalau soalnya SUSAH . Berbekal doa aja, minta bantuan Allah kalau menurut Allah jurusan di SBMPTN itu baik ya InsyaAllah lolos.  Dan ternyata.............................. "GAGAL 1" Ya..... gak boleh berhenti di satu pintu sih dan sebenernya kalau udah pasrah sama Allah aku gak boleh nangis waktu itu. Ada tes lagi di Jember, Mandiri 1 aku sama temen-temen yang lagi nyari pintu ikut. Aku tetep kekeuh sama jurusan yang aku pengen. Tapi geblek...