Postingan

Menampilkan postingan dengan label belajar nulis

Mimpi-mimpi sepuluh tahun lalu

Aku berjalan menyusuri indahnya kota Jogja di malam hari. Lampu-lampu kota, tepatnya di Jalan Malioboro selalu memberikan sisi sejuk dipikiranku. Ah kota ini. Kota yang sejak sepuluh tahun lalu ada di daftar impianku. Aku jatuh cinta dengan Jogja semenjak aku duduk dibangku SMA, saat study tour dulu. Makan sate didekat lampu merah mau ke Malioboro. Aku jatuh cinta pada delman - delman yang memberikan suara tik tak tik tuk di jalan raya. Aku jatuh cinta pada bakpia pathok yang istimewa. Semua tentang Jogja selalu membuat hatiku jatuh cinta.  Langkahku berhenti ditaman kota. Disana aku mengingat mimpi apa saja yang pernah aku tulis sepuluh tahun lalu, ketika aku duduk di bangku SMA.Satu persatu kuingat,  Menjadi guru. Menjadi anak yang berprestasi. Membanggakan kedua orang tua. Jogja. Punya sawah dan peternakan.  Penulis.  .... Lamunan tentang mimpi sepuluh tahun lalu terhenti . Senyum malu dan haru tergambar diraut wajahku. Ah ternyata mimpi itu se...

Untuk yang sedang berhenti berjuang

Dunia mu tidak kejam sayang Siapa lagi yang ingin kau salahkan ? Tuhanmu telah mengatur komposisi kegagalan, kejayaan, kesedihan dan ujian-ujian lain dengan seimbang Kemampuanmu pun telah diperhitungkan Lalu apa yang kau khawatirkan ? Hapus air matamu sayang Tak ada keabadian dalam kenestapaan Bahagiamu pun tak mungkin selalu datang Seimbang bukan ? Mungkin hari ini hanya masalah kakimu yang enggan melakukan perjalanan Atau tanganmu yang tak kunjung kau ulurkan Godaan memang selalu datang sayang Sekuat apakah akar pohon iman yang telah kau persiapkan ? Lihatlah duniamu dengan baik sayang Banyak orang terjun kejurang namun sedikit yang bisa temukan emas berlian Namun ternyata ada yang lebih menyedihkan Banyak pemilik singgasana permata yang tak kunjung bertemu tawa Lalu apa alasanmu untuk tak berbuat apa - apa? - 19.55 -

Tentang aku, buku, dan kekalahanku

Assalamuallaikum dan selamat malam. Malam ini saya ingin mengisi waktu luang yang sebenarnya nggak luang. Hehe. Sebenarnya saya harus belajar untuk UTS disisi lain ini saya harus tidur karena ini bukan jam tidur kebiasaan saya. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya dalam memilih buku dan asal mula saya gemar membeli buku.  Buku, bagi sebagian orang benda ini sangat membosankan menurut mereka. Entah itu karena bentuknya yang tebal, terlalu banyak kata - kata, membosankan, dan masih banyak opini-opini lain. Yhaaa, it is your right to judge something. Saya pernah mengalami masa - masa itu dulu. Saat pelajaran yang tidak saya suka, benar saya membeli buku tapi jarang sekali saya baca jadi sia - sia kan? Membuang - buang uang dan akhirnya menyesal. Bukan karena uangnya, tapi karena saya kehilangan kesempatan untuk memiliki pengetahuan dari buku tersebut. Saya masih ingat sekali, ketika saya duduk dibangku SD saya sangat menyukai IPS sehingga saya banyak membaca buk...

Puisi Apa?

Citraku hitam arang Ragaku karam, terkapar Asaku Asaku kemana ? Masih jelas ada Tertimbun baja yang bergelora didada Aku tak akan menyerah Walau badai tak kunjung reda Apakah ada tanda? Yang bisa bawaku sampai pada tujuan utama Hanya ilusi, nyatanya Kakiku harus tetap melangkah Walau keringat berubah darah Kan ku terjang aral melintang Tuk raih berlian yang kan kubawa pulang Kuhadiahkan tuk seorang wanita Yang pernah mengorbankan hidup dan matinya Bwi, 28 Maret 2017 8.28 (Sebelum balik perantauan)

Ibu, aku masih butuh doamu

Malam ini, tiba – tiba aku memikirkan kematian. Seberapa menakutkannya kata itu dipikiran kalian ? Apakah kalian takut?   Hmmm, sebenarnya kita tidak boleh takut mati karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Entah di masa apapun, saat sedang melakukan apapun kematian bisa datang jika sudah waktunya. Tapi untuk malam ini, aku hanya ingin satu ya Allah, panjangkanlah umur ibu dan bapakku karena aku masih belum bisa membahagiakan mereka. Sedih rasanya jika teringat betapa nakalnya diriku dulu. Di usiaku yang sudah melewati fase kepala satu, akhirnya aku bisa sedikit berpikir lebih dewasa. Dimana prioritas utamaku adalah membahagiakan kedua orang tuaku dengan menjadi sebaik baiknya seorang anak. Tidak seperti dulu yang hanya ingin bermain seolah kita harus bersenang – senang setiap saat dan menomor duakan keluarga. Lalu bagaimana sebaik – baiknya seorang anak itu ? Menurutku, dengan menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua, tidak suka menyakiti hari mere...

Good or Bad Question?

i write this bcs i wanna remind my self not to over "kepo" with something that makes you have a bad question.  Saya sering memperhatikan pertanyaan - pertanyaan yang diajukan oleh sebagian orang. Terkadang pertanyaan itu sulit sampai - sampai si pembicara gak bisa menjawab, terkadang ada pertanyaan yang membuat orang memainkan nalarnya sedikit dan kadang ada pertanyaan yang emang enggak perlu dijawab.  kenapa nggak perlu dijawab ? Bisa nggak sih kita coba berpikir sedikit dulu sebelum mengajukan pertanyaan? Mungkin dulu pernah ada yang ngajarin tapi kamu lupa - lupa ingat, mungkin kamu pernah denger tapi kamu sekarang lupa, mungkin kamu emang gak pernah denger atau gak p ernah belajar tentang itu tapi logikamu jalan sehingga kamu bisa tau jawabannya.   When i was in Junior High School, i liked to ask my teacher. Actually about science so that my teacher knew me. (Wha :( it makes me miss them! Mr. Supaat (Physic), Mrs. Punjung (Biology), Mr. Tijoso and ...

Bapak jangan sakit

Bapak, Aku tau bapak lelah Seharian disawah setelah terbiasa duduk dikantor bukan hal yang mudah Bapak, Aku tau bapak lelah Bekerja mencari uang untuk biaya kuliah dan rumah Bapak, Kini sudah kutemui keriput diwajahmu Kaki dan tanganmu pun sudah tak sekuat dulu Kini sering kutemui kau menggosok kan minyak urut dikakimu Bapak, Bapak jangan sakit Aku tidak akan menjadi anak yang nakal Aku tidak akan menaiki punggungmu lagi Aku tidak akan memukulimu ketika tak kau turuti keinginanku Aku tidak akan menyakitimu dengan kata - kata yang melukai hatimu Bapak jangan sakit Aku masih sangat membutuhkanmu 

Dimana Bahagia ?

Assalamuallaikum wr.wb Selamat pagi teman - teman, tulisan kali ini terinspirasi pagi tadi ketika aku menyusuri jalan-jalan perkampungan dikotaku. Akhir-akhir ini aku lebih senang berjalan kepasar pagi-pagi buta dan sesekali melewati jalan yang berbeda-beda setiap harinya. Ketika aku melewati rumah yang mewah, tersirat rasa "Wah, rumahnya bagus sekali." lalu beberapa tapak kemudian aku melewati rumah yang gubuknya sudah rusak dan bahkan tidak ada kamar mandi dan mengharuskan mereka berjalan kesungai setiap harinya. Lalu dijalan yang berbeda aku melewati rumah, yang dindingnya dari bambu, alasnya tanah namun tertata rapi, terdapat kamar mandi didalam rumah sehingga tidak harus kesungai untuk sekedar buang air kecil. Tersirat lagi dalam hati "Aku juga ingin memiliki rumah seperti ini."  Pertanyaan selanjutnya dalam pikiranku, apakah aku bahagia? apakah aku akan bahagia jika aku pemilik rumah bermodel modern yang alasnya marmer dengan pagar besi yang mengeli...

Diam saja...

Entah hari ini rasanya kesel, sedih, marah. Tapi saya tidak bisa melampiaskan hal - hal tersebut dengan berkata kasar walaupun ingin sekali aku keluarkan jurus kata - kata kasar tersebut. Entah mengapa, eman. Mulutku terlalu kasihan kalau disuruh berbicara kasar. Yasudah sabar saja. Entah sejak kapan aku lebih memilih diam daripada melampiaskan amarah dengan marah - marah. Walaupun kadang sesekali khilaf. Tapi...  ah selalu saja pembelaan. Seolah akulah yang paling benar padahal akulah yang paling berdosa. Entah berapa anak yang merasa tersakiti karena marahku? berapa anak yang merasa tersakiti karena perkataanku? berapa anak yang terdzalimi oleh sikapku? Teman maafkan aku karena kesalahanku. Dan mungkin kini aku sudah berubah, menurut sudut pandangku tapi entah menurut sudut pandangmu.  Sebait puisi ini kubuat untuk diriku dan orang - orang yang lebih memilih diam sebagai pelampiasan terdalamnya. Sudahlah diam saja, Biarkan diammu yang menjawab entah itu melamban...

Pelajaran hari ini : MAHABAH

Assalamualaikum wr.wb Selamat malam sahabat soleh solehaaaa. Tadi, tepatnya tanggal 24 Juni 2016 aku ikut kajian disalah satu pondok pesantren di kotaku. Kajian kali ini kajian pra nikah.....eh mahabah, oleh Ustadz Zakaria. Ehmmm, cinta. Bicara soal cinta selalu ada saja yang terlintas dibenak kita Cinta yang bisa mengubah tangis menjadi tawa Senyum terlukis seketika Tak pernah diminta datangnya Cinta oh cinta Aku masih tak mengerti Apa dan bagaimana cinta itu sebenarnya *** “Boleh jadi yang kamu tanyakan itu jadi ilmu untuk orang lain.” Begitu kata ustadz Zakaria. Beliau menyuruh kita menanyakan sesuatu setelah beliau menyampaikan kajian. Aku mulai menyimak apa yang disampaikan pak ustadz sembari melihat materi yang terpampang di slide power point. “Bidadari yang kupuja sebagai dewi asmara, ternyata menjelma menjadi hantu yang menebarkan aroma derita.” Begitu bunyi puisi yang berjudul “blue heart” di slide tersebut. Tidak berhenti sampai disitu, kami d...

Ramadhan #Day8

Assalamualaikum... Hari ini banyak pelajaran berharga, bangeeeeeetdddd.  Jadi, kan akun ask fm aku adalah sarana buat kepoin answeran-answeran yang bermanfaat dari remaja-remaja muslim terutama muridnya Ustadz Yusuf Mansur. Salah satu yang aku ikutin itu Hafidzy, Wirda Mansur (Anak Ustadz Yusuf Mansur)...Dah itu aja soalnya hari ini dapet pelajaran dari mereka. Pelajaran 1  "Jangan menilai orang lain dari penampilannya." Kenapaaaa? Jadi di ask fm Hafidzy tadi seseorang bertanya  X : Kalian yg ngabdi klian yg pisah sama santri ehh gue yg sedihhh yaa😢😢 H :   Tadi pas sampe bandara        Ada wali santri anak kamar gua        Trus beliau bilang "makasih banyak yaa ustadz, udah mau ngerawat anak saya"        Seketika orang orang nengok ke gua dengan tampang aneh, akhirnya abang abang bergamis bilang        "antum ustadz...

Salah satu kunci kebahagiaan :)

Sore itu adalah sore yang indah. Bercengkrama bersama orang - orang yang bisa mengingatkanmu tentang  apa itu kehidupan, perang batin apa yang sedang dialami, dan ilmu agama apa yang kau butuhkan.  Memang tidak ada yang lebih indah dibanding berkumpul dengan orang soleh dan soleha. Mereka bisa menjadi pengingat ketika aku lalai dalam hal apapun, terutama masalah agama. Sebelumnya, aku memang sering berkunjung kerumah guru agama di SMAku namanya Pak Haris. Kali ini aku kerumahnya bersama sahabatku yang melanjutkan kuliah di salah satu kampus ternama di Surabaya. Sahabatku yang ini sangat cantik, cerdas, walaupun agak judes tapi kejudesannya hanya menjadi cover (Jadi jangan suka melihat sesuatu dari covernya ya gaess!!) namanya Catleya, tapi biar enak dipanggil Keti.  "Pak, saya kok merasa belum bertemu teman yang pas ya pak? Rasanya kok enakan teman SMA?" aku memulai pembicaraan dengan pertanyaan seperti ini. "Iya pak, enakan SMA" sahut Keti. Pak Haris...