Postingan

Menampilkan postingan dengan label mimpi

Mimpi-mimpi sepuluh tahun lalu

Aku berjalan menyusuri indahnya kota Jogja di malam hari. Lampu-lampu kota, tepatnya di Jalan Malioboro selalu memberikan sisi sejuk dipikiranku. Ah kota ini. Kota yang sejak sepuluh tahun lalu ada di daftar impianku. Aku jatuh cinta dengan Jogja semenjak aku duduk dibangku SMA, saat study tour dulu. Makan sate didekat lampu merah mau ke Malioboro. Aku jatuh cinta pada delman - delman yang memberikan suara tik tak tik tuk di jalan raya. Aku jatuh cinta pada bakpia pathok yang istimewa. Semua tentang Jogja selalu membuat hatiku jatuh cinta.  Langkahku berhenti ditaman kota. Disana aku mengingat mimpi apa saja yang pernah aku tulis sepuluh tahun lalu, ketika aku duduk di bangku SMA.Satu persatu kuingat,  Menjadi guru. Menjadi anak yang berprestasi. Membanggakan kedua orang tua. Jogja. Punya sawah dan peternakan.  Penulis.  .... Lamunan tentang mimpi sepuluh tahun lalu terhenti . Senyum malu dan haru tergambar diraut wajahku. Ah ternyata mimpi itu se...

Puisi Apa?

Citraku hitam arang Ragaku karam, terkapar Asaku Asaku kemana ? Masih jelas ada Tertimbun baja yang bergelora didada Aku tak akan menyerah Walau badai tak kunjung reda Apakah ada tanda? Yang bisa bawaku sampai pada tujuan utama Hanya ilusi, nyatanya Kakiku harus tetap melangkah Walau keringat berubah darah Kan ku terjang aral melintang Tuk raih berlian yang kan kubawa pulang Kuhadiahkan tuk seorang wanita Yang pernah mengorbankan hidup dan matinya Bwi, 28 Maret 2017 8.28 (Sebelum balik perantauan)

Mimpi pengagummu

Sampai kapan kamu terus bermain disini? dipikiranku ini Aku yang sebenarnya tau ini hanya sebatas imajinasi Ilusi sang pemimpi Yang memimpikan aku, kamu menjadi kita Tapi, Sudah terlanjur jauh kurajut mimpi - mimpi Berpadu kasih dengan seorang pengabdi Yang raganya merantau jauh tak tersentuh Hingga tak ada kemungkinan tuk bertemu Kamu hanyalah sebatas tokoh utama dalam mimpi - mimpiku Yang kuambil dari realitas indahnya bangku putih abu-abu Dan aku sebatas pengagummu Yang ruang geraknya hanya sebatas pandanganku Andai bisa bertegur, khayalku