Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Ngomongin "Pacaran"

Halo.. Setelah beberapa bulan tidak produktif menulis, malam ini aku lagi pingin berpikir dan membahas sesuatu. Topik yang pingin aku bahas adalah tentang "hubungan". Hubungan apa dulu nih ? Hehe. Hubungan yang aku ingin bahas adalah hubungan percintaan atau biasa dikenal dengan sebutan "pacaran". Sebenarnya aku sudah pernah membahas topik yang hampir sama, di postingan-postingan sebelumnya yang berjudul  https://dindrraa.blogspot.co.id/2017/10/relationship.html .Beberapa waktu lalu, aku sempet sharing sama sahabatku tentang hubungan ini. Dia cantik, pinter, rasanya gak mungkin gitu kalau gak ada yang deketin but she choose to be single. Sama sepertiku, kita sama-sama sedang dalam fase "buat apasih pacaran?". Jadi kita bertiga lagi dikereta nih, ceritanya mau balik ke perantauan buat kuliah. Kita duduk di kursi yang emang cuma ada 4 tempat duduk jadi asik kalau dibuat sharing. Sahabat aku satunya nih punya pacar, sebut aja yang punya pacar si A dan sahab...

Pelajaran Hari Ini, Cintai Profesimu

Gambar
Pantai Boom, Banyuwangi, 18 Februari 2017 Pagi-pagi tadi, tepatnya pukul setengah enam pagi aku pergi ke pantai. Sebenarnya aku sudah sering mengunjungi pantai ini, tapi kali ini aku kemari untuk bertemu teman lama ku yang sedang pulang kampung. Saat duduk-duduk ditepi pantai, aku mengamati para nelayan yang tengah sibuk bekerja mencari ikan. Mereka sangat bersemangat menarik sebuah jaring yang berada ditengah laut. Aku mengamatinya, mereka berlari dari sisi kanan ke sisi kiri pantai dengan menarik tali jaring lalu menggulungnya (entah apa istilah aslinya, aku tidak tau). Mereka kurus, ketika menarik tali tadi terlihat otot-otot dilehernya. Aku yang daritadi menjadi seorang penonton, merasa kalau itu pasti melelahkan. Tapi raut wajah mereka tidak menunjukkan hal itu. Lalu aku berpikir, tentang orang dan pekerjaannya. Ketika aku di pantai, ya benar aku melihat nelayan sedang mencari ikan, jika aku digunung ijen nanti, pastinya aku akan melihat para penambang belerang yang membawa ...

Percakapan dengan INFP

Sore tadi, aku mengirim pesan singkat kepada sahabatku yang sedang di Malang. Dia sahahabat laki-laki yang sering aku mintai pendapat karena terkadang aku membutuhkan sebuah jawaban dari sudut pandang laki-laki. Mungkin beberapa orang akan bertanya, "kenapa dia"?. Jadi, dia adalah seseorang memiliki pemikiran yang sama denganku, walaupun aku berkepribadian ENFJ dan dia INFP tapi -katanya- kata hasil tes MBTI sih kita sama-sama visioner jadi kita nyambung-nyambung aja kalau cerita dan saling terbuka dan ternyata ya iya.... Aku menanyakan padanya apakah aku terlihat seperti seorang introvert, katanya tidak sama sekali. Aku memiliki banyak teman dan bahkan aku memiliki julukan si ceria. Aku tahu, kalau kebanyakan anak introvert pandai memendam perasaan mereka, termasuk dia. Dan aku, adalah seseorang yang mudah sekali mengekspresikan perasaanku, oleh karena itu aku kembali bertanya padanya. ENFJ : "aku sedih, kadang salah cerita ke orang yang tidak bisa dipercaya, ber...

Ngomongin nikah bosen juga

Halo, selamat malam! :) Kali ini, aku ingin menyampaikan opini-opini yang akhir-akhir ini muncul dibenakku. Opini ini muncul setelah seringnya aku ngomongin masalah pernikahan. Salahku juga sih, kenapa aku -kadang-kadang- ikut terjun ke perbincangan dengan topik tersebut. Jadi, beberapa waktu lalu sempet heboh masalah nikah muda nikah muda, jadi banyak tuh temen-temen yang baper pingin seperti itu juga dan mungkin aku salah satunya. Tapi aku mikir juga, aku kan masih kuliah mustahil keluargaku mengijinkanku menempuh jalan itu. Ku tepis jauh-jauh pikiran itu, lalu bagaimana dengan menikah diusia ideal? Lagi-lagi teman kuliahku pernah membuat sebuah poster mengenai usia ideal wanita menikah, sebenarnya aku tidak begitu tertarik dengan topiknya tapi karena posternya ada dimading kampusku aku tetap saja membacanya. Kalau tidak salah, usia ideal wanita menikah diposter tersebut umur 21-25 tahun. Waktu membaca poster tersebut, usia ku 20 tahun. Sempet terlintas sebuah target untuk menikah...

Fatamorganakah Dia?

Pernah aku bercerita kepada sahabat tentang laki-laki yang ku suka. Dia tampan, soleh, pintar, insyaAllah ngerti tentang Agama, bacaan Qurannya bagus, jika disuruh memberi nilai 1-10 aku memberi dia nilai 8,8. Entah sejak kapan rasa ini hadir, tapi entah mengapa ketika aku dekat dengannya aku tak bisa menatapnya lama-lama. Hatiku malu, tapi mau. Ibaratnya aku adalah murid dan dia seorang guru. Dia lebih tinggi daripada aku, jadi untuk menyamakan posisi itu aku butuh usaha yang menggebu kan? Dalam usahaku untuk menyetarakan aku dan dirinya kadang membuatku berputus asa. Sampai terkadang aku berpikir, fatamorganakah dia? Tapi, jodoh bukan perkara "mengapa" dan "bagaimana" kan? Jadi ku alirkan sesuatu yang bisa dibilang cinta. Ku alirkan dia bersama doa-doa dan pengharapan kepada pemiliknya yaitu Sang Pemberi Cinta. Bukankah jika sesuatu ditakdirkan untukmu, tidak akan menjadi milik orang lain bagaimanapun juga ? Selamat malam, kepada para pecinta yang tak mengh...