Postingan

Menampilkan postingan dengan label bapak

Bapak

Tubuhnya sudah tak setangguh dulu lagi Kulitnya telah memudar, ditambah keriput yang sudah nampak banyak diwajahnya Umurnya sudah lebih separuh abad Sesekali ia batuk, dan mengeluh pegal-pegal Aku benci kadang Benci karena sifat mengalahnya Benci karena sifat diamnya Benci karena putung rokok yang terus menerus ia hisap Tapi benciku pada sifat dan sikapnya, bukan pada sosoknya Terkadang inginku bedah isi hatinya agar aku bisa tau apa yang sebenarnya ada dalam pikirnya Karena tak sekalipun dia mengeluhkan apa yang tak ia suka Dia selalu memendamnya sendirian Tak pernah mengijinkanku mengetahui secuil rasa sakitnya Baktiku sangat belum sempurna padanya Akupun begitu tidak berani mengungkapkan kasih sayangku padanya Aku yang memanggilnya "Bapak"ini terlalu naif Padahal dulu sewaktu kecil ia lah yang menanamkan keberanian pada diriku Ia pula yang menanamkan kemandirian dalam diriku Ia tak pernah mengatakan bahwa ia sangat menyayangiku Tapi perilakunya mengisyar...

Bapak jangan sakit

Bapak, Aku tau bapak lelah Seharian disawah setelah terbiasa duduk dikantor bukan hal yang mudah Bapak, Aku tau bapak lelah Bekerja mencari uang untuk biaya kuliah dan rumah Bapak, Kini sudah kutemui keriput diwajahmu Kaki dan tanganmu pun sudah tak sekuat dulu Kini sering kutemui kau menggosok kan minyak urut dikakimu Bapak, Bapak jangan sakit Aku tidak akan menjadi anak yang nakal Aku tidak akan menaiki punggungmu lagi Aku tidak akan memukulimu ketika tak kau turuti keinginanku Aku tidak akan menyakitimu dengan kata - kata yang melukai hatimu Bapak jangan sakit Aku masih sangat membutuhkanmu