Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

Cinta Abidzar

Dahulu kala, di sebuah negeri yang bernama Aslabana tinggalah sebuah pria bernama Abidzar. Dia sangat terkenal dengan kesederhanaan dan ketaatannya kepada Agamanya. Tidak heran, dia besar dilingkungan yang agamis, ayahnya adalah pemilik dan pengasuh pondok pesantren didaerahnya sedangkan ibunya adalah anak dari seorang Kyai. Suatu ketika, Abidzar disuruh ibunya pergi ke pasar untuk membeli kelapa. Sesampainya di pasar, matanya menatap sesuatu yang membuatnya tak bisa memalingkan pandangannya. Ya, apalagi? Seorang gadis, berkerudung panjang dan berpakaian sederhana sedang mengukir senyum manisnya. Siapa gerangankah dia? Abidzar mulai bertanya-tanya. Hati dan pikirannya masih terpaku pada wanita itu. Namun ia tersadar, berlama-lama memandang seseorang yang belum halal bukanlah sebuah kebaikan. Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya di pasar. Suatu ketika, Abidzar memberanikan diri menyatakan maksud hatinya kepada Ayahnya. "Ayah, sebenarnya ada yang Abi ingin bicarakan kepada Ayah...

Mengeluh dan Menyerah

Pada suatu hari, di suatu tempat yang bernama  "dunia" hiduplah dua orang bernama "mengeluh" dan "menyerah". Mengeluh memiliki usia lebih muda daripada menyerah, selain itu mengeluh memiliki badan yang sehat dan otak yang masih berfungsi dengan baik hanya saja batinnya mudah dikalahkan oleh nafsu. Sedangkan menyerah memiliki badan yang sehat, namun otaknya tidak bisa berpikir jernih dan batinnya sama-sama mudah dikalahkan oleh nafsu.  Jika mengeluh bertemu dengan menyerah , mereka akan sama-sama dalam mala petaka. Oleh karena itu seorang wanita mencoba untuk memisahkan mereka. Wanita itu mengurung menyerah disuatu tempat yang tidak bisa dijamah oleh mengeluh begitupun menyerah tidak bisa kabur darisana. Wanita itu pergi bersama mengeluh kesuatu tempat namun masih diwilayah "dunia". Walaupun wanita itu menyelamatkan mengeluh dari jahatnya menyerah, sebenarnya wanita itu sangat membenci mengeluh hanya saja dia tidak bisa untuk teru...

Mimpi-mimpi sepuluh tahun lalu

Aku berjalan menyusuri indahnya kota Jogja di malam hari. Lampu-lampu kota, tepatnya di Jalan Malioboro selalu memberikan sisi sejuk dipikiranku. Ah kota ini. Kota yang sejak sepuluh tahun lalu ada di daftar impianku. Aku jatuh cinta dengan Jogja semenjak aku duduk dibangku SMA, saat study tour dulu. Makan sate didekat lampu merah mau ke Malioboro. Aku jatuh cinta pada delman - delman yang memberikan suara tik tak tik tuk di jalan raya. Aku jatuh cinta pada bakpia pathok yang istimewa. Semua tentang Jogja selalu membuat hatiku jatuh cinta.  Langkahku berhenti ditaman kota. Disana aku mengingat mimpi apa saja yang pernah aku tulis sepuluh tahun lalu, ketika aku duduk di bangku SMA.Satu persatu kuingat,  Menjadi guru. Menjadi anak yang berprestasi. Membanggakan kedua orang tua. Jogja. Punya sawah dan peternakan.  Penulis.  .... Lamunan tentang mimpi sepuluh tahun lalu terhenti . Senyum malu dan haru tergambar diraut wajahku. Ah ternyata mimpi itu se...