Postingan

Cukup, satu

melangitkan mu untuk yang terakhir aku berharap cukup satu pembimbing  dimana jika bersamanya surga terasa dekat dimana jika bersamanya apiku padam semoga

Aku Bukan Rumah

Aku kira, aku ini rumah Tempatmu menghilangkan penat seharian atau Tempatmu bercerita tentang apa saja yang kau lakukan 24 jam ini Aku kira, aku ini rumah Yang bisa tenangkan depresimu atau Yang bisa meneduhkanmu disaat hujan turun Nyatanya aku bukan rumah Aku hanya sedang membangun istanaku sendiri Menyelipkanmu disela-sela delusiku

Dewasa dan segala ceritanya

Manusia dan segala fase-fase hidupnya. Mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa lalu lansia. Tuhan yang memberi kita waktu untuk bisa merasakan fase itu dan kita, hanya bisa melukis dan menjelajahi fase itu dengan baik. Walaupun angka terkadang tidak mencerminkan kedewasaan seseorang, tapi sejak berumur 22 tahun, aku benar-benar merasakan fase "menjadi dewasa" yang juga merupakan pilihan. Tantangan yang lebih berat, pilihan yang harus dipilih walaupun sama-sama berat, tanggung jawab akan sesuatu, bertahan "sendirian" di perantauan, jauh dengan keluarga sungguh berat sejujurnya. Di fase ini juga aku mengerti, tidak ada gunanya membuang-buang waktu untuk hubungan haha-hihi yang gak jelas. Patahmu, jatuhmu,sedihmu, kecewamu hanya kamu sendiri yang bisa menyembuhkan. Menjadi visioner di fase ini rasanya bagus juga untuk menata hidup kita sendiri. Selamat menikmati fasemu, yang gak bisa kamu ubah tinta hitamnya. Jadi jangan sampai kebanyakan salah ya, biar tidak ...

Tentang ceritaku

Aku akan bercerita  tentang daun yang jatuh  tentang cahaya matahari yang tertutup awan tentang ranting yang patah tentang anak yang melupakan induknya tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan tentang rekan yang menjadi musuh tentang kawan yang menjadi lawan tentang orang kaya yang menjadi miskin tentang rindu yang tak pernah terbalas tentang ramai yang menjadi sunyi tentang dusta yang dibalut kata tentang kasih yang dibalut jarak  tentang peduli yang dibalas abai Aku pun akan bercerita bahwa jatuh terjadi karena masanya bahwa cahaya matahari akan kembali bersinar bahwa yang patah akan tumbuh bahwa tidak ada kasih yang sehangat orang tua bahwa kamu akan menemukan cinta  bahwa kamu akan memiliki teman sepemikiran bahwa sahabatmu tidak akan meninggalkanmu bahwa yang terpenting bukan kekayaan tapi rasa cukup bahwa rindumu akan terbalaskan kepada orang yang tepat bahwa sunyimu tak akan abadi bahwa dusta akan terbaca ol...

Kembali

Ada yang kembali setelah beribu purnama pergi Dia datang membawa harapan  Walaupun kadang badai yang dulu pernah datang sesekali menghampiri lagi hah lucu atau aku yang bodoh? Aku melindunginya, ya, aku menjaganya dengan baik Walau kadang aku menyadari kebodohanku Tapi bagaimana lagi? Aku tidak tau Bentengku, kembali runtuh Aku rapuh.

Singa yang cengeng

Ada seorang gadis 22 tahun sedang memiliki banyak opini di otaknya. Orang-orang memanggilnya singa. Sepertinya singa sedang butuh tempat cerita, karena jika akal dan perasaannya sedang terganggu dia bisa menerkam siapa saja yang ada didepannya. Level terendahnya adalah mendiamkan orang-orang sekitar dan level tertingginya adalah menangis. Dia adalah singa yang cengeng. Dia tidak suka ketidak disiplinan, dia tidak suka lingkungan yang kotor dan tidak rapi, dia tidak menyukai sesuatu yang bertentangan dengan dirinya, dan dia sangat takut dengan ibunya.  Suatu ketika ia ingin pergi meninggalkan kampung halamannya. Dengan berat hati ia harus meninggalkan orang-orang yang dicintainya, termasuk ibu dan bapaknya. Ibu dan bapak melepasnya dengan rela, berharap singa bisa mendewasa. Dewasa berarti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri kan? Dewasa berarti bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah bukan? Dewasa berarti bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuk dirinya kan ...

Hadiah Terindah di Awal Tahun 2019

Gambar
Aku adalah salah satu dari sekian banyak gadis yang memiliki ambisi yang tinggi. Apa yang aku impikan, akan aku usahakan. Tapi terkadang, ambisi itu menjadi sebuah ketakutan. Takut gagal, takut kecewa dan takut tidak bisa bangkit dari kegagalan. Cita-citaku dulu adalah bisa lulus diakhir tahun 2018, tepatnya bulan Desember. Ya, aku ingin sekali lulus 3,5 tahun. Aku menuliskan mimpi itu di dinding kamar kosku, tepatnya persis disamping tempat tidurku. Waktu itu, bulan Desember sudah datang, tapi aku belum menyelesaikan skripsiku dengan baik, masih revisi dan bahkan aku mengumpulkannya Desember akhir. Aku sudah mengganti Plan A menjadi Plan B. Aku harus lulus sebelum tanggal 31 Januari 2019. Minggu kedua bulan Januari, aku ACC ujian dan pada minggu keempat aku memberanikan diri untuk maju sidang. 23 Januari 2019, aku lulus ujian skripsi. Tidak hanya itu, aku kira yang datang di hari sidangku hanyalah karib kuliahku, tapi ternyata karib SMAku ikut hadir. Kebahagiaan pada hari itu, tidak ...