Postingan

Random talk w/ Ket.

(Anak rantau dan segala sakit yang dicoba, dirasakan, dan diselesaikan sendiri.  Engga selalu tentang kesepian, tapi kenyatannya segala masalah bisa datang di aspek mana saja.)  Tanpa disangka dan gak bisa di duga.  Dewasa menuntut ku, untuk menyelesaikan masalahku sendiri. Aku adalah perantau, sahabatku kebanyakan juga. Di suatu masalah yang datang, ada kita yang saling berbagi keluh kesah. Berbagi cerita sedih, maupun bahagia. Hingga aku dengar sebuah nasehat yang sangat mengena..  "In, kita ini sudah dewasa. Kita harus bisa mengkomunikasikan sesuatu dengan baik". Ya, aku harus belajar untuk mengungkapkan segala apa yang aku rasa. Aku harus bisa mengkomunikasikan apa yang memang harus aku sampaikan. Untuk berani, dan tidak takut lagi. Aku, harus dewasa. 

6.10 AM

Di dalam dirimu itu ada siapa?  Ada anak kecil yang sedang menangis atau monster yang sedang tertidur?  Jika anak kecil yang ada disana, Sekecewa apa dia pada masa kecilnya?  Atau seberjuang apa dia, untuk keluarganya?  Karena dia tumbuh dengan kasih sayang penuh dan cukup.  Jika monster yang sedang tertidur ada disana,  Apa yang sedang dia jaga?  Ucapan kasarnya yang bisa melukai banyak hati kah?  Atau perilaku yang tidak mungkin orang lain sangka-sangka?  Entah monster atau anak kecil disana..  Semoga kamu selalu bisa membawa dirimu.  Untuk sembuh dari luka masa kecil atau untuk menaklukkan monster itu. 

10:17 PM

Allah..  Aku ingin bahagia, sampe lupa bahwa hari ini sakit sekali.  Kepalaku pusing.  Ya Allah engkau percaya sekali dengan pundakku..  Mampukan aku untuk melewatinya, sejujurnya sudah berkali kali aku ingin menyerah.. Tapi putus asa adalah sifat yang engkau benci.  Ya Allah..  Aku titipkan orang orang yang aku sayang kepada Mu. Karena hanya Engkau yang Maha penjaga.  Jagalah aku dan keluargaku.. 

10.04 pm

Aku berharap orang orang tahu dan memahami, bahwa hanya ada dua kemungkinan ketika kita mencoba yaitu BERHASIL atau GAGAL. Ketika berhasil, berarti semesta, meridhoi langkahmu. Dan ketika gagal, semesta ingin kamu belajar, karena di setiap kegagalan maupun keberhasilan selalu menyisakan hal-hal untuk dipelajari. Yang disayangkan adalah, beberapa orang masih ada saja yang "mengkapok-kan" kegagalan seseorang, baik karena pilihannya maupun kesempatan yang terlewat. Mungkin jika perasaanmu sekarang sedang menggebu-gebu untuk mempertanyakan kenapa kamu gagal, atau kenapa beberapa hal yg kamu anggap "buruk" Itu terjadi, aku harap kamu akan tahu kenapa hal itu terjadi, tapi NANTI . Karena, time will tell, and time will heal. :) -d.i Warung lokal, 29 Desember 2022

7.17 pm

Sebenarnya kamu sadar, apa yang kamu ingin dan apa yang kamu butuh.  Mengapa kamu memutuskan tidur di desa.  Mengapa kamu harus kembali ke kota.  Mengapa kamu harus pulang kampung.  Mengapa kamu harus berterus terang.  Mengapa kamu sedih.  Mengapa kamu tertawa.  Mengapa kamu menangis. Dan segala mengapa, yang mungkin kamu sendiri yang bisa menjawabnya.  Kamu tahu kan?  Sekuat apapun kamu melawan arus, kamu akan hanyut juga.  Ikuti saja. Alirannya mungkin pelan, mungkin juga terlalu keras. Tapi yakinlah, nanti juga sama-sama sampai di muara. :) 

9.19 PM

Selain stabil dalam finansial, ada yang perlu dicapai sebelum memasuki fase selanjutnya yaitu stabil dalam emosi.  Sadar dengan gejolak emosi yang sedang dirasakan.  Sadar dengan reaksi yang harus dilakukan.  Sadar dengan apa yang benar-benar dibutuhkan.  Sadar dengan kekurangan dan kelebihan diri sendiri.  Dengan tetap sadar, kamu tidak akan mudah menyalahkan orang lain juga dirimu ketika dunia sedang bergejolak.  Dengan tetap sadar, kita akan mengerti bahwa ada beberapa hal yang memang bukan kuasa kita.  :) 

6.08 am

Rencana yang gagal itu, ternyata lebih baik daripada terjadi.  Kebiasaan yang ditanamkan kedua orang tuamu di masa kecil, ternyata itu sebaik-baiknya didikan untuk dirimu.  Membeli barang sesuai kebutuhan ternyata lebih baik daripada terus menerus mengikuti keinginan.  Gaya hidup yang apa adanya ternyata lebih baik daripada mengikuti gaya hidup orang lain.  Lihatlah sekarang,  Tuhan memberimu kesempatan untuk kembali berpikir dan belajar. Untuk lebih menimang, baik dan buruk suatu hal. Untuk mengerti, mana yang lebih baik? Rencana yang kamu pikir itu indah, atau rencana Tuhan yang pada waktu itu mungkin membuatmu menangis, tapi akhirnya berakhir baik juga kan?  Ditulis sebelum berangkat bekerja, untuk pelajaran diri sendiri biar tidak mudah lupa.