Postingan

Mengeluh dan Menyerah

Pada suatu hari, di suatu tempat yang bernama  "dunia" hiduplah dua orang bernama "mengeluh" dan "menyerah". Mengeluh memiliki usia lebih muda daripada menyerah, selain itu mengeluh memiliki badan yang sehat dan otak yang masih berfungsi dengan baik hanya saja batinnya mudah dikalahkan oleh nafsu. Sedangkan menyerah memiliki badan yang sehat, namun otaknya tidak bisa berpikir jernih dan batinnya sama-sama mudah dikalahkan oleh nafsu.  Jika mengeluh bertemu dengan menyerah , mereka akan sama-sama dalam mala petaka. Oleh karena itu seorang wanita mencoba untuk memisahkan mereka. Wanita itu mengurung menyerah disuatu tempat yang tidak bisa dijamah oleh mengeluh begitupun menyerah tidak bisa kabur darisana. Wanita itu pergi bersama mengeluh kesuatu tempat namun masih diwilayah "dunia". Walaupun wanita itu menyelamatkan mengeluh dari jahatnya menyerah, sebenarnya wanita itu sangat membenci mengeluh hanya saja dia tidak bisa untuk teru...

on point : Sosial media

Sore itu, aku berbincang-bincang bersama teman kuliahku. Dia seorang perempuan yang menurutku rajin dan bisa diajak bekerja sama. Kami berada di satu kepanitiaan yang sama dan kebetulan satu keanggotan sie. Saat ini panitia sedang sibuk-sibuknya mencari dana, salah satu caranya yaitu membuka paid promote lewat akun instagram dan semua panitia harus mengunggah foto lewat akun instagram. Namun ada yang menarik bagiku, temanku ini tidak memiliki akun instagram dan tidak berniat untuk mengunduhnya. Oh Jshdgxbg, batinku terus berkata dan bertanya. "Plis, ini sudah modern dan masih ada yang nggak punya dan nggak tau isinya gimana", "masak sih ga pernah nyoba buka ig teman?" ...... Aku mulai menilai temanku dengan penilaian yang tidak seharusnya kuberikan padanya, atau bisa dikatakan aku mulai mengukur ukuran kaki temanku menggunakan sepatuku. Dia tidak sepertiku, aku sudah terjun dijejaring sosial sejak duduk dibangku sekolah dasar, MXIT, Friendster, Facebook, Twitter, ...

on point : tentang sakit

“Kamu kok sakit-sakitan sih sekarang in?” U doesnt know how that sentence is so meaningful for me. Mungkin itu kenapa lebih baik diam daripada banyak bicara (bicara pembicaraan yg tidak penting dibicarakan) Tapi okelah aku bakalan nulis tentang ini.. Dulu semasa kecil, aku termasuk anak yang jarang sakit tapi sekalinya sakit lama sembuhnya. Aku belum pernah terkena cacar air sampai saat ini usiaku 20 tahun, tapi saat aku duduk dibangku SMA aku mulai merasakan kekebalan tubuhku menurun. Aku sering flu. Saat cuaca panas dan aku terkena terik matahari aku bisa langsung merasa dingin dan bersin-bersin hingga pusing kadang juga saat cuaca dingin aku bersin-bersin dan keluar ingus sampai-sampai hidungku terasa sakit. Aneh bukan ? yaa, aku mulai terbiasa dengan hal itu dan aku berusaha menyesuaikan suhu tubuhku ketika hal tersebut datang, mungkin aku memiliki alergi atau apa.  Sakitku engga berhenti disana, ada sakit-sakit lain yang kadang-kadang/tiba-tiba datang. A...

on point : Alhamdulillah

Alhamdulillah masih bisa merasakan hari ini, karena besok belum tentu dapat kutemui Alhamdulillah masih bisa kuhirup udara-udara segar pagi tadi, ahhh disisi kota sana masih banyak udara yg bercampur polusi Alhamdulillah masih bisa kuisi perut ku ini, karena dibagian bumi sebelah sana masih banyak penghuni yang tak bisa merasakan sesuap nasi Alhamdulillah masih bisa ku beli barang-barang yang menjadi prioritas diri, tapi tamak dan berbangga diri bukanlah solusi karena kesombongan itu membinasakan diri sendiri Alhamdulillah masih bisa kudengar lantunan ayat-ayat suci, karena disana ada yang ditakdirkan tuli Alhamdulillah, ya Allah Aku memiliki Engkau yang Maha Pengasih lagi Maha Pemberi yang senantiasa memberiku nikmat walau kadang aku masih menikmati maksiat Alhamdulillah, ya Allah Aku memiliki Engkau yang Maha Penyayang lagi Maha Menguasai segala isi hati yang menuntun lagi menguasai apa yang ada dalam dada ini

Bedah Binder Masa SMA

Aku memiliki beberapa binder, satu diantaranya aku khususkan untuk agama. Akhir-akhir ini aku tiba-tiba rindu dengan binder itu. Binder ini kubawa ke Jember - Banyuwangi. Jika sedang libur semester aku membawanya pulang, jika sudah tiba masa kuliah aku membawanya kembali.  Tertulis judul di lembaran binder Buku "KEAJAIBAN PUASA SUNAH". Entah karangan siapa aku lupa. Terdapat kutipan "Wahai anak muda yang bertobat, apakah kalian akan kembali menyusu pada puting hawa nafsu setelah kalian menyapih diri, sungguh menyusu itu baik untuk anak kecil, tetapi tidak untuk manusia dewasa. Tetapi kalian harus bersabar dengan pahitnya sapihan, jika kalian bersabar maka lezatnya hawa nafsu akan berganti dengan manisnya iman didalam hati."    Setan memang penggoda yang handal. Ia bisa kapan saja berbisik pada hati manusia kapan saja dan dari arah mana saja. Apalagi aku yang masih miskin ilmu, yang mudah sekali tergoda oleh hawa nafsu,  Lahaula wala quwwata illa billah se...

Aku ini siapa sih ?

Aku ini siapa sih ? Kok beraninya sombong padahal nggak bisa apa-apa dan bukan siapa-siapa Aku ini siapa sih? Kok beraninya ninggalin sholat padahal surga belum tentu didapat Aku ini siapa sih ? Kok beraninya zina padahal kehormatan orang tua bergantung pada perilaku anaknya Aku ini siapa sih? Kok beraninya maksiat ini itu padahal ada siksa yang nantinya didapat Aku ini siapa sih ? Kok males-malesan baca al Quran padahal ia nanti memberi syafaat bagi siapa yang membacanya Lalu siapakah sebenarnya aku ? Aku adalah pendosa yang handal namun Allah ku sangat baik hingga aibku kasat tak terlihat Entah bagaimana jika aibku terlihat olehmu, oleh mereka Mungkin dekat denganku saja kalian enggan Tapi, Allah ya Rahman ya Rahim yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang tak menampakkan aibku di dunia yang Maha Memaafkan dan yang Maha Memberi Petunjuk Aku hanyalah hamba Mu yang sangat membutuhkan Mu

#Me Time

Semua orang butuh waktu untuk diri mereka sendiri. Sedikit waktu untuk memikirkan dosamu, hatimu, sholatmu, ngajimu, prasangkamu, ucapanmu dan semuanya. Berapa kali kamu bertobat tapi setelahnya masih bermaksiat? Berapa kali kesombongan terlintas di hatimu walau sesaat? Berapa kali berprasangka buruk kepada sebayamu? Berapa kali kamu menunda sedekahmu hanya karena takut uangmu habis? Berapa kali kamu foya-foya padahal Nabi mu mengajarkan untuk hidup sederhana? Berapa kali mulutmu melontarkan ucapan yang menyakiti orang? Berapa kali kamu berlebih-lebihan padahal berlebih-lebihan itu tidak baik.  In, tolong. Tetap jadilah dirimu sendiri. Kamu tidak perlu menjadi orang lain agar kamu punya banyak teman. Jadilah orang yang baik dan benar, itu sudah cukup. Banyak-banyak belajar, ilmumu itu masih sedikit sekali. Kamu bisa apa? apa yang mau kamu sombongkan wong kamu aja sebenarnya orang kecil, fakir ilmu. Jadilah wanita yang tidak bergantung pada orang lain, wanita yang bisa menjadi ...