Pada suatu hari, di suatu tempat yang bernama "dunia" hiduplah dua orang bernama "mengeluh" dan "menyerah". Mengeluh memiliki usia lebih muda daripada menyerah, selain itu mengeluh memiliki badan yang sehat dan otak yang masih berfungsi dengan baik hanya saja batinnya mudah dikalahkan oleh nafsu. Sedangkan menyerah memiliki badan yang sehat, namun otaknya tidak bisa berpikir jernih dan batinnya sama-sama mudah dikalahkan oleh nafsu. Jika mengeluh bertemu dengan menyerah , mereka akan sama-sama dalam mala petaka. Oleh karena itu seorang wanita mencoba untuk memisahkan mereka. Wanita itu mengurung menyerah disuatu tempat yang tidak bisa dijamah oleh mengeluh begitupun menyerah tidak bisa kabur darisana. Wanita itu pergi bersama mengeluh kesuatu tempat namun masih diwilayah "dunia". Walaupun wanita itu menyelamatkan mengeluh dari jahatnya menyerah, sebenarnya wanita itu sangat membenci mengeluh hanya saja dia tidak bisa untuk teru...
Kehampaan, kesunyian dan air mata sepertinya bersahabat dengannya saat ini. Semenjak perasaan yang ia sebut cinta itu ditelantarkan begitu saja oleh lelaki yang sempat melukiskan kisah – kisah indah dihidupnya. “Adakah waktu dimana aku bisa kembali denganmu? Menyusuri jalan dengan senyum dan tawa keceriaan. Lalu aku bisa menatap senyummu dan akupun tersenyum karenamu.” Ucap gadis manis bernama Zara. Ia duduk dibangku kelas 2 SMA dan masih berumur 17 tahun. Bangku dipojok kelas XI IPA 1 adalah tempat favorit dimana Zara bebas mengekspresikan segala macam kegundahan hatinya. Lewat kertas putih tak ternoda ia memulai menggoreskan tintanya. Kata demi kata tersusun menjadi bait puisi yang indah. Seketika ia menghentikan goresan tintanya. Bayang-bayang masalalu terlintas dikepalanya. “Aku tadi berdoa, dan tiba – tiba ingat kamu.” “Jangan lupa sholat.” “Jadilah seorang penulis.” “Aku nggak sayang kamu tapi aku sayaaaaaang banget sama kamu.” “Aku gak akan selingkuh kok,” ...
Tulisan ini untuk diri sendiri. Untuk menenangkan isi kepala yang sedang bertengkar. Untuk menenangkan logika dan perasaan yang terpontang-panting diterjang realita. Gak apa-apa kok buat kesalahan, asal setelahnya kamu belajar dan berusaha gak ngulangin salah yang sama. Gak apa-apa juga nangis, namanya juga manusia, punya perasaan. Mungkin memang gak ada yang tau perasaanmu, kan yang ngerasain kamu. Gak apa-apa kok, kemana-mana sendiri. Itu tandanya kamu gak bergantung sama orang lain, aku bangga sama kamu. Gak apa-apa kok bingung sebentar,gak usah malu banyak tanya, kan memang gak ngerti. Gak apa-apa capek, kamu sudah berusaha dengan sungguh-sungguh. Gak apa-apa, sabar sebentar, kamu harus menikmati waktu-waktu yang dikasi Tuhan buat kamu menunggu. Gak apa-apa kok kehilangan sesuatu untuk menyelamatkan dirimu sendiri, demi kesehatan mental kamu kan. Aku sayang kamu, diriku.
Komentar
Posting Komentar