Postingan

Co-Ast.....

Semester 5 udah hampir selesai, tapi menyisahkan banyak tugas yang harus dikumpulkan dengan deadline yang bisa dibilang tumpuk-tumpukan. Bukan maksud hati untuk mengeluh tapi, beginilah kenyataannya.  Sedikit bercerita, dulu ada sebuah cita-cita yang kutulis diselembar kertas "Aku ingin menjadi AsDos semester 5." Kalau tidak salah aku menulisnya ketika berada di semester 3 awal. Bisa dibilang aku ambisius terhadap cita-cita itu. Saat semester 3, khususnya mata kuliah praktikum IPA aku sangat bersungguh-sungguh mengikuti mata kuliah tersebut, MK tersebut membuatku disiplin dan rajin, ehe. MK praktikum IPA ini diajar oleh para Co-Ast atau AsDos. Setiap melihat mereka didepan kelas, aku selalu membayangkan aku ada diposisi mereka. Apalagi ketika asistensi, kebetulan aku kelompok 1, Co-Astku sangat disiplin, tegas dan berwibawa. Pada saat tes wawancara Co-Ast, aku ditanya tentang visi dan misiku dan alasan mengapa aku ingin menjadi Co-Ast. Pada pertanyaan visi dan misi, aku...

Dia...

Siapakah gerangan laki-laki yang biasa ku panggil Dia? Siapakah gerangan Dia yang bisa membuka hati yang telah lama ditutup oleh pemiliknya? Dia Bak sosok mentari yang menyejukkan mata Menghangatkan yang dingin mencerahkan yang gelap Dia Bak air ditengah-tengah padang pasir yang tandus Menghilangkan dahaga para musafir setelah lelah berjalan Dia Bak bulan purnama Tak bisa kujelaskan betapa indah dirinya Dia Aku ingin mencintainya tanpa jeda Seperti jam yang selalu berdetik dan jantung yang selalu berdetak Dia Aku ingin mencintainya, tanpa ada yang bertanya "mengapa?" -d.i-

Mungkin karena aku sudah muak

Aku bukan tipe orang yang mudah membenci orang lain, tapi juga tidak terlalu mudah untuk mengatakan aku nyaman atau suka dengan mereka. Tapi beberapa hari lalu, aku mengambil keputusan yang sebenarnya kekanakan sekali. Tapi, selama ini baik untuk kesehatan jiwaku kenapa tidak?  Aku memutuskan untuk pergi dari sebuah zona dimana dulu aku sangat menjaga zona tersebut. Bisa dibilang, aku terlalu takut untuk berada disana sendirian. Kurang lebih 4 tahun aku menjaga zona itu, tapi apa yang kudapat? Kerisihan, sakit hati dan sesuatu yang lama kelamaan membuatku bosan. Ya, mungkin aku sudah muak karena berada di zona tersebut bahkan mempertahankan untuk tetap berada disana adalah sebuah kebodohan. Hehe. Maaf. Mungkin aku yang salah memaknai apa yang dinamakan menjaga silaturahmi. :) Tapi percayalah, ini bukan benci hanya saja aku yang ingin pergi dari zona yang tidak membuatku berkembang menjadi lebih baik lagi. :)  -dwi indra, 1 des 2017

Cerita lain tentang "sedekah"

Malam itu, tepatnya malam dimana aku merasa sangat gembira karena bisa berbelanja ini itu dan menikmati keramaian kota bersama sahabat semasa SMP ku. Kami memang sengaja bertemu, karena sudah lama tidak bertemu. Seperti biasa wanita, kemana lagi tujuannya keluar kalau tidak belanja? Kami pun pergi ke salah satu mall di kotaku. Makan minum sesuka kita, berbelanja pernak-pernik yang sebetulnya sudah ada tapi dengan pemikiran "sekali-sekali boleh lah ya" semuanya terasa normal saja. Sepulang darisana, sekitar pukul 20.30 kami masih memutuskan untuk ke toko buku. "Enak ya kalau banyak uang", ucap sahabatku disela keramaian jalan raya. Sontak aku meng-iya-kan. Kalau punya uang banyak kan memang enak, mau beli ini itu ga usah mikirin mau makan apa besok, ga khawatir uangnya habis kalau cuma buat belanja sekali-sekali. Tidak lama setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan di toko buku, kami pun segera keluar karena toko tersebut sudah mau tutup. Waktu menunjukkan pukul 21.00...

relationship.

Kalau aku pacaran cuma pingin sama gantengnya doang, yaa temen-temen cowokku juga banyak yang ganteng. Terus ngapain pacaran? Kalau aku pacaran cuma pingin sama tajirnya doang, ya kali orang tuaku sudah memberiku cukup uang saku buat jajan aku. Terus ngapain pacaran? Kalau aku pacaran cuma pingin nampis rasa kesepian, kurasa aku ga butuh pacar deh, soalnya sahabat-sahabat aku walau jauh masih bisa nemenin aku kok lewat sosial media. Terus ngapain pacaran? Kalau aku pacaran cuma pingin ada yang ngajak jalan kalau malam minggu, aku pun ga butuh pacar kalau masalah jalan. Sahabatku sering mengajakku jalan-jalan. Terus ngapain pacaran? Is there someone who can convience me to have a relationship? cause i have no reason to have it for now, so i just let my love story flow with my prayers. Hoping someday someone will give me his love because Allah, tell me this is haram and that is halal, correct my tajwid while I am reading Al Quran,taking care of me with all the love and that is ...

rindu "rumah"

Akhir-akhir ini aku merindukan ibu bapakku yang ada di rumah. Ya, aku adalah seorang gadis yang sedang merantau di kota sebelah. Sebenarnya hanya butuh waktu 3 jam untuk sampai ditempat ternyaman yang biasa disebut rumah itu, namun jadwal kereta  tidak memungkinkan untuk sehari saja pulang-pergi.  Seusai sholat maghrib tadi, aku menelepon bapak. Mendengar suara bapak di telepon adalah hal yang paling menyedihkan bagiku, oleh karena itu aku tidak begitu sering meneleponnya. Bapak adalah orang paling kuat dan tegar bagiku. Aku masih ingat betul, waktu itu dirumah sakit. Saat aku dianjurkan untuk dirawat, bapaklah yang mendekap kepalaku dan meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja. Aku tidak menemui air matanya terjatuh, tapi aku bisa merasakan bahwa hatinya saat itu menangis. Percakapan dalam telepon itu tidak banyak, hanya membicarakan makanan dan aku menanyakan keberadaan ibu. Namun ibuku ternyata tidak ada dirumah sehingga aku menyuruh bapak meneleponku nanti.  ...

Dosa

ketika pikiranku sudah condong kepada indahnya pernak-pernik dunia, sungguh hati dan batinku sangat hampa dan kehilangan arah.  Entah sudah berapa kali ku melakukan dosa  ku panjatkan ampunan kepada Tuhanku karenanya Tapi aku pun sewaktu-waktu masih menikmatinya Balutan keindahan semu yang ia berikan menyisahkan kehampaan  membuat qalbu semakin kering, kerontang sesak jikalah bisa terwujud suatu keinginan  bantu aku Tuhan tuk tak melakukannya walau sekilas mata memandang jikalah bisa terwujud suatu keinginan  jaga aku Tuhan dari setan yang kapan saja membisikkan keburukan -d.i-