Postingan

Sebuah pemikiran #1 "Mampu dan mau"

Assalamuallaikum, halo selamat malam teman-teman.  Akhirnya niat saya untuk menulis kembali terkumpul hari ini. Jadi, sebenarnya saat beberapa bulan terakhir saya "istirahat" dalam dunia per-blog-an ini banyak sekali inspirasi dan pemikiran-pemikiran yang sebenarnya menarik untuk ditulis. Tapi sayang sekali, tugas kuliah yang menyebabkan tubuh ini mudah lelah lalu timbul hasrat berleha-leha di hari libur dan waktu luang ini benar-benar mematikan jiwa produktif seseorang. Terkadang saya hanya mencatat point-point penting apa yang saya pikirkan tiba-tiba itu di catatan HP atau di akun twitter saya. hehe.  Jadi beberapa hari terakhir, saya sedang memikirkan perihal "mampu dan tidak mampu". Ini adalah sebuah opini, dari seorang gadis generasi 20 tahunan yang bisa disanggah atau diterima.  Gini ceritanya. Mungkin ada dari kita atau mungkin dari diri saya sendiri yang juga masih proses belajar ini, ketika melihat seorang teman memakai barang mahal misal, se...

Kan aku punya krisan

Tetanggaku punya taman yang rumputnya hijau. Tapi aku gak sedih akan hal itu, karena aku punya bunga krisan di halaman kecilku. :)

Aku ingin

Aku ingin Satu Mukmin Temani hati yang sedang berjuang sendiri Tapi nanti Saat Dia tlah memberi waktu terbaik

Ngomongin "Pacaran"

Halo.. Setelah beberapa bulan tidak produktif menulis, malam ini aku lagi pingin berpikir dan membahas sesuatu. Topik yang pingin aku bahas adalah tentang "hubungan". Hubungan apa dulu nih ? Hehe. Hubungan yang aku ingin bahas adalah hubungan percintaan atau biasa dikenal dengan sebutan "pacaran". Sebenarnya aku sudah pernah membahas topik yang hampir sama, di postingan-postingan sebelumnya yang berjudul  https://dindrraa.blogspot.co.id/2017/10/relationship.html .Beberapa waktu lalu, aku sempet sharing sama sahabatku tentang hubungan ini. Dia cantik, pinter, rasanya gak mungkin gitu kalau gak ada yang deketin but she choose to be single. Sama sepertiku, kita sama-sama sedang dalam fase "buat apasih pacaran?". Jadi kita bertiga lagi dikereta nih, ceritanya mau balik ke perantauan buat kuliah. Kita duduk di kursi yang emang cuma ada 4 tempat duduk jadi asik kalau dibuat sharing. Sahabat aku satunya nih punya pacar, sebut aja yang punya pacar si A dan sahab...

Pelajaran Hari Ini, Cintai Profesimu

Gambar
Pantai Boom, Banyuwangi, 18 Februari 2017 Pagi-pagi tadi, tepatnya pukul setengah enam pagi aku pergi ke pantai. Sebenarnya aku sudah sering mengunjungi pantai ini, tapi kali ini aku kemari untuk bertemu teman lama ku yang sedang pulang kampung. Saat duduk-duduk ditepi pantai, aku mengamati para nelayan yang tengah sibuk bekerja mencari ikan. Mereka sangat bersemangat menarik sebuah jaring yang berada ditengah laut. Aku mengamatinya, mereka berlari dari sisi kanan ke sisi kiri pantai dengan menarik tali jaring lalu menggulungnya (entah apa istilah aslinya, aku tidak tau). Mereka kurus, ketika menarik tali tadi terlihat otot-otot dilehernya. Aku yang daritadi menjadi seorang penonton, merasa kalau itu pasti melelahkan. Tapi raut wajah mereka tidak menunjukkan hal itu. Lalu aku berpikir, tentang orang dan pekerjaannya. Ketika aku di pantai, ya benar aku melihat nelayan sedang mencari ikan, jika aku digunung ijen nanti, pastinya aku akan melihat para penambang belerang yang membawa ...

Bayang - bayang

            Suasana malam ini seperti suasana yang kurasakan empat tahun lalu, dimana aku duduk dibalkon cafe tempat aku berbagi cerita dengan seorang lelaki jangkung yang biasa ku panggil Bintang. Dia, seperti namanya, memancarkan aura yang menyilaukan. Hidung mancungnya, tinggi badannya yang sesuai dengan ukuran tubuhnya, proporsional istilah lainnya, dagunya juga panjang, senyumnya yang selalu memperlihatkan rangkaian giginya yang rapi membuat potretnya terlihat sempurna. Ah, sial, batinku. Aku masih belum bisa melupakan bayang-bayang lelaki itu. Aku Bella, wanita yang memang lahir dan tumbuh besar di Jakarta ini, lagi-lagi merindukan seseorang yang telah lama pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata-kata perpisahan. Entah kemana perginya lelaki yang pernah berjanji untuk mendengarkan cerita-cerita senang dan sedihku, mendengarkan cerita tentang hari-hariku mulai bangun tidur sampai menjelang tidur. Malam ini, aku sengaja mendat...

Hadiah untuk Nenek

(Krik – krik – krik.......) Suara jangkrik memecah keheningan malam itu. Ditambah dinginnya malam yang seolah olah ingin mematahkan tulang-tulang kakak-beradik yang sedang tidur didalam gubuk tua milik sang nenek. Namanya   Memet dan Mamat, Memet yang tertua sedangkan mamat 4 tahun lebih muda darinya. Mulai lahir mereka tinggal bersama neneknya karena orang tuanya pergi entah kemana. Karena keterbatasan biaya mereka putus sekolah dan hanya mendapat pendidikan tingkat dasar tapi dibalik semua kekurangan pasti ada kelebihan. Memet dan Mamat adalah anak yang Rajin bekerja, bekerja apa saja yang bisa mereka kerjakan. Suatu hari, saat mereka berjalan ditepi sawah ada tiba – tiba seseorang memanggilnya “Met, Mat kesini !” panggil pak karim “ya pak? Ada apa ?” jawab memet “kamu mau menjagakan kambing saya? Saya mau pulang sebentar” “mau pak dengan senang hati.” Jawab Memet Pak karim segera mempercayakan kambing – kambing nya kepada memet dan mamat Tidak lama kemudian pak k...